KH. Achmad Aruqot dilahirkan di Desa Kedungcangkring Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo pada tahun 1885. Ayahnya bernama Kyai Asfiya’ dan ibunya benama Nyai Tufah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Achmad Aruqot dilahirkan di Desa Kedungcangkring, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo pada tahun 1885. Ayahnya bernama Kyai Asfiya’ dan ibunya benama Nyai Tufah. Ayahnya yang menjadi penggagas didirikannya majelis taklim di Desa Kedungcangkring pada tahun 1889. Dan dari majelis inilah yang menjadi pertama kali cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin Muta’alliamat. Sewaktu masih kecil Kyai Aruqot memiliki nama asli Muhyiddin, dan ketika menginjak usia yang cukup dewasa namanya diganti menjadi Aruqot.
1.2 Riwayat Keluarga
Ketika Kyai Aruqot menginjak usia yang cukup matang ia melepas masa lajangnya dan mempersunting seorang gadis untuk dinikahinya yang berasal dari Desa Panji Sidoarjo bernama Nyai Asiyah dan dari pernikahan pertama beliau dikaruniai 2 orang anak yang bernama Irfan dan Fatukhah. Tidak berselang lama Kyai Aruqot menikah utuk kedua kalinya dengan seorang gadis yang bernama Nyai Machmudah berasal dari Kalidawir Tanggulangin dan dikaruniai satu putra yang bernama Muzakki.
Seperti halnya dengan pernikahan yang pertama harus kandas di tengah jalan namun, tidak ada penjelasan atau keterangan apakah bercerai atau meninggal dunia. Lalu setelah itu Kyai Aruqot menikah untuk yang ketiga kalinya dengan seorang gadis yang bernama Aminah yang akrab di panggil ibu Nyai Aminah. Dari pernikahannya dengan Nyai Aminah dikaruniai tiga belas seorang anak, antara lain:
1. Maimunah
2. Munawaroh
3. Qurrotul Aini
4. Musannadah
5. Mustarikhah
6. Mutommimah
7. Makhnunah
8. Moh. Wildan
9. Tosim
10. Muhaimin
11. Asif
12. Munafisah
13. Falastin.
1.3 Wafat
Pada saat menjelang akhir hayatya Kyai Achmad Aruqot pada malam Jum'at tanggal 21 Rajab 1389 H/3 Oktober 1969 M, ia menyuruh semua anak beserta cucunya untuk berkumpul di hadapannya. Setelah mereka berkumpul kemudian mereka membaca Yasin dan Tahlil untuk Kyai Achmad Aruqot. Pada saat itu Kyai Achmad Aruqot menyampaikan pesan, “tadi baru saja aku kedatangan tamu, ia memakai jubah putih dan baunya harum. Ia mengatakan bahwa nanti tepat pukul jam dua dini hari ia akan datang lagi menemuiku”. Ternyata tepat pukul dua dini hari Kyai Achmad Aruqot meninggal dunia.
Kyai Achmad Aruqot dimakamkan di Pemakaman Islam Desa Kedungcangkring yang terletak 300 meter dari kediamannya. Hingga saat ini makamnya masih sangat ramai didatangi oleh masyarakat yang hendak takziah ke makamnya, hal itu dikarenakan ketokohannya serta akhlaknya semasa beliau masih hidup sehingga banyak orang yang merasa kehilangan. Tidak hanya masyarakat biasa, tetapi juga santri serta alumni Pondok Pesantren Rodlotul Muta’allimin Muta’allimat yang takziah.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

