Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Dimyati Tremas
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Dimyati Tremas

1879 – 1934 M · 18.607 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Dimyati Tremas beliau adalah ulama besar dari Pacitan, Jawa Timur dan juga pengasuh pesantren Tremas.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1      Lahir
1.2      Riwayat Keluarga
1.3      Wafat

2         Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1      Mengembara Menuntut Ilmu
2.2      Guru-Guru
2.3      Mendirikan dan Mengasuh Pesanten

3         Penerus
3.1      Anak-Anak

4         Karier
5         Referensi
6         Chart Silsilah Sanad

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Dimyati Tremas lahir pada hari Jumat Legi, 26 Safar 1296 Hijriah bertepatan dengan tanggal 18 Februari 1879 M di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. KH. Dimyati Tremas adalah putra ke-4 dari pasangan KH. Abdullah dan Nyai Aminah.

1.2  Riwayat Keluarga
Sekembalinya dari tanah suci, KH. Dimyati Tremas lalu menikah dengan Nyai Khatijah binti KH. Abdur Rahman pada hari Kamis 7 Rajab 1323 H atau 6 September 1905 M. Saat itu KH. Dimyati Tremas berusia 27 tahun sedangkan istrinya, Nyai Khadijah berusia 14 Tahun. Dari pernikahan ini, KH. Dimyati Tremas dikarunia 8 putra-putri. Berturut-turut: Nyai Hafshoh, Kyai Hamid, Nyai Hamnah, Nyai Halimah, Kyai Habib, Nyai Habibah, Kyai Hasir, dan Kyai Harits.

1.3  Wafat
KH. Dimyati Tremas wafat pada tanggal 31 April 1934 M.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1   Mengembara Menuntut Ilmu

Setelah belajar langsung kepada ayahnya, KH. Dimyati Tremas, bersama adiknya Kyai Abdurrazaq diajak ayah beliau untuk menunaikan ibadah haji sambil melanjutkan studinya di Makkah, menyusul kakak beliau Syekh Mahfudz, yang sudah dulu bermukim dan menjadi guru besar di sana.

KH. Dimyati Tremas tak kenal lelah dalam menimba ilmu. Di usia remaja KH. Dimyati Tremasi dihabiskan untuk belajar kepada para guru terbaik di masanya, khususnya di Tanah Arab hingga Asia Tengah.

Waktu terus bergulir, hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun. Tidak terasa hampir 16 tahun KH. Dimyati Tremas bermukim di Tanah Arab. Kesungguhanya dalam menuntut ilmu telah membuat tinggi pengetahuan agamanya.

Setelah ayah beliau, Kyai Abdullah, wafat di Makkah pada tahun 1894, dua tahun kemudian KH. Dimyati Tremas kembali ke tanah air. KH. Dimyati Tremas kembali ke Tremas untuk meneruskan kepemimpinan Pesantren Tremas, yang sejak keberangkatan Kyai Abdullah, Pondok Tremas diserahkan kepada menantunnya, Kyai Zaed bin Taslim Basyaiban dari Tirip, Purworejo.

2.2  Guru-Guru
Guru-guru beliau ketika menuntut ilmu adalah:
1. KH. Abdullah
2. KH. Sholeh Darat

2.3  Mengasuh Pesantren
KH. Dimyati Tremas mengasuh Pesantren Tremas mulai tahun 1894 hingga 1934. KH. Dimyati Tremas memiliki peran yang sangat besar dalam membesarkan Pesantren Tremas hingga dapat berkembang seperti sekarang ini.

Di bawah kepemimpinan KH. Dimyati Tremas, Pesantren Tremas Pacitan per

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+