KH. Wawan Setiawan. Dia merupakan putra ke-empat H. Zarkasyi. Kyai Wawan lahir pada 1968 di kampung Cukang Kelurahan Tanjung Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Wawan Setiawan merupakan putra keempat dari H. Zarkasyi, beliau lahir pada tahun 1968 di Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanita sholehah, dari pernikahan itu beliau dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Wawan Setiawan pernah belajar di Pesantren Cipasung Tasikmalaya. Selama belajar di pesantren ini, beliau menjadi santri kesayangan KH. Ilyas Ruhiyat. Hidup dalam suasana mapan secara ekonomi tidak membuatnya untuk bermalas-malasan.
Di dalam tubuhnya, mengalir darah seorang perajin dan pengusaha bordir. Jika pulang dari Pesantren Cipasung ke rumahnya, Kyai Wawan kerap menyempatkan diri untuk melihat-lihat dan ikut terlibat dalam usaha kerajinan bordir yang sudah berdiri di kompleks rumahnya.
Setelah lulus dari Pesantren Cipasung, Kyai Wawan dimasukkan oleh kedua orangtuanya ke Universitas Al-Azhar Kairo.
2.2 Guru-Guru
1. H. Zarkasyi
2. KH. Ilyas Ruhiyat
3. Penerus Perjuangan
3.1 Murid-Murid
Murid-murid beliau adalah para santri Pesantren Al-Amin Tasikmalaya
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
Pada tahun 1995, beliau kembali ke Indonesia setelah lulus dari Universitas Al-Azhar. Di Tanah Air, ia mulai mengabdikan diri untuk pendidikan dan wirausaha. Atas prakarsa Kyai Wawan untuk memajukan pendidikan Islam, didirikan majelis taklim untuk masyarakat pada 1998. Majelis taklim itu pun memiliki bidang wirausaha sendiri yakni bimbingan Ibadah Haji & Umroh. Atas prakarsanya juga, YPI Tjiwulan diganti namanya menjadi Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Amin sekaligus didirikan Pondok Pesantren Al-Amin pada 2000.
Kyai Wawan pun dipercaya keluarga untuk menjadi pengasuh pesantren. Pada saat Madrasah Aliyah Al-Amin dibuka pada 2001, KH. Wawan Setiawan menempati posisi sebagai Kepala MA. Selain memimpin Pesantren Al-Amin dan Madrasah Aliyah Al-Amin, KH. Wawan Setiawan berperan dalam pendirian SMP Terpadu Al-Amin pada 2009.
4.2 Karier
Pengasuh Pesantren Al-Amin Tasikmalaya.
5. Referensi
Diolah dan dikembangkan dari data-data yang dimuat di situs: https://simlitbang.balitbangdiklat.net/assets_front/pdf/15943674181_ekosantri.pdf
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

