Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Ilyas Ruhiat, Pengasuh Pesantren Cipasung Tasikmalaya
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Ilyas Ruhiat, Pengasuh Pesantren Cipasung Tasikmalaya

1934 – 2007 M · 34.225 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Kiai Ilyas dikenal sebagai Kyai yang santun, banyak mengalah dan lebih senang menghindari konfrontasi. Begitu pula ketika memangku jabatan Rais Aam PBNU.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Murid-Murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
4.2  Kiprah di Nahdlatul Ulama

5.    Organisasi
6.    Chart Silsilah Sanad Guru dan Murid
6.1  Chart Silsilah Sanad Guru
6.2  Chart Silsilah Sanad Murid

7.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muhammad Ilyas Ruhiat lahir pada tanggal 31 Januari 1934 di Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat. Beliau putra pasangan KH. Ruhiat dan Nyai Hj. Siti Aisyah.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Muhammad Ilyas Ruhiat menikah dengan Nyai Hj. Dedeh Tsamrotul Fuadah, dari pernikahan beliau dikaruniai tiga orang anak di antaranya, Gus Acep Zamzam Noor, Neng Ida Nurhalida, dan Neng Enung Nursaidah Rahayu.

1.3 Wafat
KH. Muhammad Ilyas Ruhiat wafat pada tanggal 18 Desember 2007 di rumahnya, di Cipasung, Tasikmalaya.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. Muhammad Ilyas Ruhiat tak pernah nyantri di pesantren manapun selain dengan ayahnya sendiri. Kepada ayahnya, belajar beberapa kitab klasik seperti Jurumiyah, Alfiyyah, dan masih banyak lagi.

Tak berhenti sampai di situ, kemudian mengambil kursus bahasa asing yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris. Pada umur 9 tahun, sudah menguasai kitab Jurumiyah dan pada usia 15 tahun sudah mampu menghafal dan menguasai kitab Alfiyyah Ibnu Malik. Oleh karenanya, diusia 15 tahun, telah dipercaya menggantikan ayahnya untuk mengajar di Cipasung.

KH. Muhammad Ilyas Ruhiat memulai pendidikannya dengan belajar di HIS Banjar (1940–1943), lalu melanjutkan lagi di Madrasah Diniyah Cipasung (1943–1946), kemudian di SPI Cipasung (1950–1953).

Ketika memasuki sekolah menengah, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Madrasah Aliyah Persamaan (1968). Setelah selesai sekolah menengah, beliau kembali melanjutkan studinya dengan belajar di Universitas Madjapahit Jakarta, lalu di Universitas Islam Syekh Yusuf Jakarta, dan terakhir di Institut Islam Siliwangi Bandung. Namun semuanya tidak sampai tamat. Juga pemah mengikuti kursus kader mubaligh Pesantren Cipasung tahun 1954.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Ruhiat (ayah),
2. ​KH. Abdullah Syatori.

3. Penerus

3.1 Murid-Murid
1. 

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+