KH. Munib adalah seorang ulama Karismatik yang berasal dari Kepulauan Raas, Sumenep. Beliau lahir pada hari Senin, 15 November 1907 Masehi, atau bertepatan dengan bulan Dzulqo'dah 1328 Hijriah, dari pasangan Kiai Abu Bakar dan Nyai Siriraye, yang dikenal sebagai orang tua taat beriman dan berakhlak mulia.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Munib adalah seorang ulama kharismatik yang berasal dari Kepulauan Raas, Sumenep. Beliau lahir pada hari Senin 15 November 1907 Masehi, atau bertepatan dengan bulan Dzulqo'dah 1328 Hijriah, dari pasangan Kyai Abu Bakar dan Nyai Siriraye, yang dikenal sebagai orang tua taat beriman dan berakhlak mulia.
Nama asli beliau sejak kecil adalah Muhammad Noer, dan nama Munib sendiri adalah nama dari anak pertamanya dengan istri pertama, Nyai Marwah. Nama Munib kemudian diakui dan dikenal masyarakat setelah beliau wafat dan menunaikan ibadah Haji.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi wanita sholehah, dari pernikahan itu dikaruniai beberapa anak.
1.3 Wafat
KH. Munib wafat pada tanggal 22 Maret 1992 Masehi/21 Ramadhan 1412 Hijriah.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil, KH. Munib menunjukkan ketertarikan yang besar pada ilmu agama Islam dan kemasyarakatan. Pendidikan dasarnya dimulai di Desa Brakas, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, yang merupakan tempat ia dibesarkan. Setelah itu, Kyai Munib kecil melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Loteng Sumenep di bawah bimbingan ulama terkemuka, Kyai Abdul Ghani (Tearje Atmo).
Perkembangan ilmu yang diperolehnya mendorong KH. Munib untuk terus memperdalam pengetahuannya. Beliau kemudian pindah ke Pondok Pesantren Mabdaul Arifin Curah Jeru Situbondo, yang diasuh langsung oleh KH. Fathol Arifin. Selanjutnya, beliau menyelesaikan pendidikannya di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo selama 17 tahun di bawah bimbingan KH. Zainul Hasan Genggong.
2.2 Guru-Guru
1. Kyai Abu Bakar
2. Kyai Abdul Ghani (Tearje Atmo)
3. KH. Fathol Arifin
4. KH. Hasan Genggong
3. Penerus Perjuangan
3.1 Anak
KH. Rasyid Noer
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren dan atas perintah gurunya, KH. Munib kembali ke Madura dan mendirikan Pondok Pesantren dengan mushala pertama sebagai tempat awal pengajaran ilmu agama dan kemasyarakatan. Dengan ketekunan dan dukungan dari tokoh-tokoh di Desa Brakas, beliau kemudian mendirikan Madrasah pada tahun 1947 Masehi, yang menjadi embrio dari berdirinya Pondok Pesantren Kasyfudduja, Sumenep.
Pada tahun 1975 Masehi, bersama masyarakat setempat KH. Munib mendirikan madrasah permanen dan asrama untuk menampung santri yang semakin banyak jumlahnya, yang kemudian men
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

