Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · AG. Dr. KH. Baharuddin, HS., MA, Pengasuh Pesantren An-Nahdlah Makassar
✓ Terverifikasi Tim Riset

AG. Dr. KH. Baharuddin, HS., MA, Pengasuh Pesantren An-Nahdlah Makassar

lahir 1948 M · 3.613 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

AG. Dr. KH. Baharuddin, HS., MA dilahirkan pada tanggal 23 Jumadil Akhir 1367 H bertepatan 3 Mei 1948 M di WatanTa, Bone. Lahir dari keluarga cinta ilmu. Ayahnya, AGH. Abdul Shafa dikenal sosok ulama yang istiqamah dan cukup disegani kalangan masyarakat di desa Cakkeware, Bone.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi
1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Masa Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Murid-murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mengasuh Pesantren
4.2  Karier
4.2  Karya-karya

5.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

AG. Dr. KH. Baharuddin, HS., M.A., dilahirkan pada tanggal 23 Jumadil Akhir 1367 H bertepatan 3 Mei 1948 M di WatanTa, Bone. Lahir dari keluarga cinta ilmu. Ayahnya, AGH. Abdul Shafa dikenal sosok ulama yang istiqomah dan cukup disegani kalangan masyarakat di Desa Cakkeware, Bone.

1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan seorang wanita sholehah, dari pernikahan itu beliau dikaruniai beberapa anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

AG. Dr. KH. Baharuddin, HS., MA mengaji Al-Qur’an dan kitab kuning langsung dari ayahnya saat usianya masih belasan tahun. Beliau mengaji bersama AGH. Ilyas Salewe, AGH. Abunawas Bintang, dan dua saudaranya masing-masing AGH. Muh. Harisah AS dan Prof. Dr. KH. Najamuddin HS, MA (Guru Besar Unhas). Meski berada jauh dari perkotaan, bahkan berada di desa sangat terpencil, tetapi di desa itulah AGH. Abduh Shafa mengajarkan kitab kuning standar seperti; matan jurumiyah dan syafinatun najah.

Lahir dari rahim orang tua pecinta ilmu sehingga seluruh aktifitasnya bergelut dengan ilmu agama. Berbekal ilmu yang dipelajari dari AGH. Abduh Safa yang juga alumni DDI Mangkoso, murid langsung AGH. Abdurahman Ambo Dalle itu, maka AGH. Baharuddin HS dikirim dari Cakkeware menuju Kota Sengkang. Terdaftar sebagai santri di Pesantren As’adiyah yang kala itu dipimpin AGH. Muh. Yunus Maratan.

Menempuh pendidikan pada tingkatan Madrasah Ibtidaiyah (1962), Madrasah Tsanawiyah (1965), dan Madrasah Aliyah (1968) hingga mengabdi di Pesantren As’adiyah. AGH. Muh. Yunus Maratan, kala itu, menugaskan AGH. Baharuddin HS di Madrasah Ibtidaiyah cabang Atapange, sekaligus menjabat Kepala Madrasah PGA 4 tahun As’adiyah cabang Atapange, Wajo.

Setelah menjalankan amanah tersebut, beliau kemudian hijrah ke Makassar menyusul saudaranya, AGH. Muh. Harisah AS. Di Makassar, AGH. Baharuddin HS mengikuti pengajian sejumlah ulama dan melanjutkan pendidikan di Fakultas Adab IAIN Alauddin Makassar untuk mendalami bahasa Arab yang telah dipelajarinya sejak kecil.

Kecintaanya terhadap Bahasa Arab semakin terpatri saat diajar langsung AGH. Mustafa Nuri LAS yang dikenal ulama yang sangat mendalam keilmuannya di bidang Bahasa Arab. AGH. Dr. Bharauddin HS, MA meraih gelar Sarjana Muda (1975), Sarjana (1986). Kemudian melanjutkan pada program Pascasarjana IAIN Alauddin, selesai 1996. Kemudian melanjutkan pendidikan pada Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan meraih gelar Doktor di bidang tafsir pada tahun 2002.

2.2 Guru-Guru
1. 

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+