KH Zaini Ilyas lahir pada 11 Januari 1932 di Desa Pesawahan. Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kuat dalam tradisi keulamaan, kepemimpinan desa, serta pengabdian sosial-keagamaan.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
2.3 Mengasuh Pesantren
3 Penerus
3.1 Anak-anak
3.2 Murid-Murid
4 Peranan di NU (Nahdlatul Ulama)
5 Karya
6 Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH Zaini Ilyas lahir pada 11 Januari 1926 di Desa Pesawahan. Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kuat dalam tradisi keulamaan, kepemimpinan desa, serta pengabdian sosial-keagamaan.
1.2 Riwayat Keluarga
KH Zaini Ilyas merupakan putra dari KH Ilyas dan Nyai Hj. Sholihah. Ayah beliau dikenal sebagai kepala desa yang disegani karena ketegasan, kebijaksanaan, dan kedermawanannya. Selain sebagai tokoh pemerintahan desa, KH Ilyas juga dikenal luas sebagai muhibbin ulama, yakni sosok yang dekat, mencintai, dan senantiasa menjalin silaturahim dengan para kiai dan habaib. Kedekatan KH Ilyas dengan ulama diwujudkan melalui kebiasaan sowan kepada para masyayikh masyhur pada masanya, serta menerima kunjungan para habaib yang rawuh ke ndalem beliau untuk mendoakan dan memberi keberkahan.
Dalam kehidupan masyarakat, KH Ilyas dikenal tegas dalam mengajak shalat lima waktu serta aktif mengentaskan problem sosial-ekonomi warga melalui zakat mal, yang sekaligus menjadi media dakwah. Dari keluarga inilah KH Zaini Ilyas mewarisi tradisi keilmuan, kepemimpinan, dan keberpihakan pada umat. Beberapa putra KH Ilyas dikirim untuk menimba ilmu di pesantren, di antaranya KH Amir Ilyas dan KH Zaini Ilyas, yang merupakan putra terakhir.
1.3 Wafat
Salah satu kiai sepuh di Jawa Tengah, KH. Zaeni Ilyas, wafat pada Selasa (24/11/2020) pukul 14.40 WIB di Rumah Sakit Sahabat, Rawalo, Kabupaten Banyumas.
Informasi tersebut diperoleh setelah dilakukan konfirmasi pihak keluarga. Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Rabu (25/11/2020) pukul 10.00 WIB di Komplek Pondok Pesantren Miftahul Huda, Rawalo, Banyumas.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Setelah menempuh pendidikan dasar ala kampung, pada tahun 1947 KH Zaini Ilyas muda mulai menjalani rihlah keilmuan dengan mondok di Pondok Pesantren Mafatihul Huda Jampes, Kediri, berguru kepada Syekh Ihsan Jampes, ulama besar penulis Sirajut Thalibin.
Setelah sekitar satu tahun di Jampes, beliau pulang ke Pesawahan karena ibunda tercinta wafat. Tidak lama kemudian, ayahnya kembali mengirim beliau mondok ke Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, di bawah asuhan KH Badawi Hanafi, seorang ulama besar sekaligus mursyid thariqah yang masyhur di wilayah Banyumas dan Cilacap.
Di Kesugihan, KH Zaini Ilyas mondok selama kurang lebih tiga tahun. Kecerdasan dan ketekunannya terlihat jelas, di antaranya dengan
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

