Syekh Ihsan al-Jampesi terkenal sebagai seorang ulama yang pendiam dan tak suka publikasi. Padahal beliau adalah salah satu ulama yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran Islam di wilayah nusantara pada abad ke-19 (awal abad ke-20).
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga Syekh Ihsan Al-Jampesi
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Syekh Ihsan Al-Jampesi
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Syekh Ihsan Al-Jampesi
2.3 Mengasuh Pesantren
3 Penerus Syekh Ihsan Al-Jampesi
3.1 Anak-anak Syekh Ihsan Al-Jampesi
3.2 Murid-murid Syekh Ihsan Al-Jampesi
4 Karier dan Karya Syekh Ihsan Al-Jampesi
4.1 Pengasuh Pesantren
4.2 Karya-karya Syekh Ihsan Al-Jampesi
5 Keteladanan Syekh Ihsan Al-Jampesi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Syekh Muhammad Ihsan bin Muhammad Dahlan al-Jampesi al-Kadiri al-Jawi asy-Syafi'I atau biasa dikenal dengan Syekh Ihsan al-Jampesi adalah putra kedua dari pasangan pendiri Pondok Pesantren Jampes (sekarang berganti nama menjadi Pondok Pesantren Al-Ihsan), KH. Dahlan bin Sholeh dengan Nyai Artimah. Adiknya bernama Marzuqi yang kelak menjadi pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Saat berusia 5 tahun, kedua orang tua beliau bercerai, ibunya lalu kembali ke desanya di Banjarmelati, Kediri. Beliau lahir sekitar tahun 1901 di Jampes, Kediri, Jawa Timur.
Kakek Syekh Ihsan al-Jampesi, Kiai Sholeh atau KH. Sholeh Banjamelati adalah seorang ulama asal Bogor, Jawa Barat. Dari silsilah nasab sang kakek inilah, konon masih keturunan dari seorang sultan di daerah Kuningan (Jawa Barat) yang berjalur keturunan dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati Cirebon.
Sedangkan, ibunya adalah anak dari seorang tokoh ulama di Pacitan yang masih keturunan Panembahan Senapati yang berjuluk Sultan Sutawijaya, pendiri Kerajaan Mataram pada akhir abad ke-16.
1.2 Riwayat Keluarga Syekh Ihsan Al-Jampesi
Tak lama sepeninggal ayahnya, KH.Ihsan lalu mengakhiri masa lajangnya. Beliau menikah dengan seorang gadis dari desa Sumberejo poncokusumo Malang, namun hanya sampai beberapa waktu lalu mereka berpisah. Lalu menikah dengan putri KH.Muhyin dari desa durenan trenggalek yang masih memiliki hubungan famili dengannya. Pernikahan ini juga berakhir dengan perceraian (mantan istrinya ini kemudian dinikahi oleh KH.Jazuli Ustman pengasuh pesantren Ploso Kediri).
Selanjutnya beliau menikah lagi denga nseorang gadis dari desa Kapu Pagu Kediri yang juga berakhir dengan perpisahan dan kemudian mempesunting seorang gadis dari desa Polaman Kediri dan inipun tidak berlanjut .Pada tahun 1932, kepemimpinan pesantren Jampes diserahkan oleh KH.Kholil kepada KH.Ihsan. Semenjak itulah KH.Ihsan memikul tanggungjawab besar sebagai pengasuh pesantren jampes.
Pada tahun 1932, KH.Ihsan yang telah dikenal sebagai kyai pengasuh pesantren jampes menikah lagi dengan seorang gadis dari desa Kayen Kidul
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

