Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Ibrahim ibn Daud Al-Fathani
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Ibrahim ibn Daud Al-Fathani

lahir 1902 M · 19.084 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syaikh Ibrahim al-Fathani lahir kota suci Makkah pada 1320 H/1902 M. Ia merupakan putra dari Syaik Daud ibn Abdul Qadir ibn Abdullah ibn Idris al-Fathani. Jika diruntut, nasabnya masih bertemu dengan Syaikh Daud ibn Abdullah al-Fathani, salah seorang ulama Patani (

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Syekh Ibrahim ibn Daud Al-Fathani

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Mengajar di Masjidil Haram
  5. Mengajar di Madrasah Dar al-Ulum
  6. Teman-Teman
  7. Karya-Karya

Kelahiran

Syekh Ibrahim al-Fathani lahir kota suci Makkah pada 1320 H/1902 M. Beliau merupakan putra dari pasangan Syekh Daud ibn Abdul Qadir ibn Abdullah ibn Idris al-Fathani.

Nasab beliau dari jalur  ayah masih bertemu dengan Syekh Daud ibn Abdullah al-Fathani, salah seorang ulama Patani (Thailand) yang masyhur dengan kealimannya yang menjadi salah satu pengajar di Masjidil Haram dan mempunyai banyak karya, baik berliteratur Arab maupun Jawi. Titik temunya tersebut bertemu di Syekh Abdullah ibn Idris al-Fathani.

Wafat

Syekh Ibrahim al-Fathani wafat pada Selasa 13 Sya’ban 1413 H atau bertepatan pada tahun 1992 M di Haramain. Meskipun jasad Syekh Ibrahim al-Fathani berada di Haramain, namun ia sangat memperhatikan tanah leluhurnya, yaitu Malaysia. Beberapa kali ia mengunjungi Malaysia untuk tujuan dakwah dan meniupkan semangat dalam menyebarkan agama Allah. Selain Malaysia, negara yang pernah dikunjunginya adalah Hindia.

Pendidikan

Lingkungan yang ditempati Syekh Ibrahim al-Fathani dikenal penuh dengan keilmuan dan kereligiusan. Ayahnya, Syekh Daud al-Fathani sangat memperhatikan masalah pendidikannya sejak usia dini.

Dimasukkanlah ia di di kuttab (madrasah al-Qur’an) yang diasuh oleh Sayyid Husein al-Maliki. Sering sekali ia diajak sang guru untu bertawaf di Masjidil Haram dan menghadiri halaqah para ulama yang mengajar di serambi Makkah.

Di kuttab yang diasuh oleh Syekh Husein al-Maliki, Syekh Ibrahim al-Fathani telah menghafalkan al-Qur’an 30 juz secara tuntas. Sang guru sangat puas dengan prestasinya. Ia termasuk salah satu murid andalannya.

Setelah menghafalkan al-Qur’an, Syekh Ibrahim al-Fathani melanjutkan belajarnya di Madrasah al-Hasyimiyyah selama 5 tahun. Kemudian, ia fokus menghadiri halaqah keilmuan yang diselenggarakan di Masjidil Haram, di antara syekhnya adalah Syekh Muhammad ibn Abdul Qadir al-Fathani (pamannya), Syekh Muhammad Ali ibn Husein al-Maliki, Syekh Said ibn Muhammad al-Yamani, Syekh Hasan ibn Said al-Yamani, Syekh Muhammad Yahya Aman, Syekh Isa ibn Muhammad Rawas, Syekh Umar Hamdan al-maHrusi, Syekh Umar ibn Abu Bakar Bajunaid, Syekh Abbas ibn Abdul Aziz al-Maliki, Syekh Muhammad Habibullah al-Sinqithi, Syekh ‘Ais al-Fardhi, Syekh Ahmad Abdullah Nadhirin, dan Syaikh Muhammad Amin al-Kutbi.

Dengan penuh ketekunan Syekh Ibrahim al-Fathani mempelajari ilmu yang sudah ditransmisikan kepadanya. Ditopang dengan al-Qur’an yang sudah dihafalkannya, ia dapat mengkaji ilmu tafsir dan fikih dengan mendalam sebab dalil atau hujjah utamanya sudah dikuasai.

Mengajar di Masjidil Haram

Saat pamannya, Syekh Muhammad Abdul Qadir wafat, ia ditunjuk penguasa Haramain untuk menggantikan posisinya dalam mengajar di Masjidil Haram. Peristiwa ini terjadi pada 1350 H/1931 M. Wadifah itu berlanjut hingga akhir hayatnya.

Tempat pengajiannya berada di Bab al-Salâm dan Bab al-Nabi serta di Serambi antara Bab al-Salâm dan Qayatabi. Masanya setelah Magrib dengan materi spesial yaitu tafsir al-Qur’an dan fiqih. Selain itu, ia juga mengajar Gramatika Arab, ushul fiqih, dan Hadist seperti kitab Takhrîj al-Furu’ ‘alâ al-Ushûl dan kitab Riyâdhu al-Shâlihîn.

Karena takut kajiannya akan membuat bosan thalabahnya, maka Syek

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+