Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Dahlan, Menteri Agama 1967-1971
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Dahlan, Menteri Agama 1967-1971

1909 – 1977 M · 23.382 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muhammad Dahlan lahir pada 2 Juni 1909 di Desa Mandaran, Rejo, Pasuruan, Jawa Timur. Beliau merupakan putra ketiga dari lima bersaudara, dari pasangangan Abdul Hamid dan Chamsiyah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Kiprah di Nahdlatul Ulama
3.2  Kiprah untuk Bangsa Indonesia

4.    Chart Silsilah Sanad
5.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Muhammad Dahlan lahir pada tanggal 2 Juni 1909 M, di Desa Mandaran, Rejo, Pasuruan, Jawa Timur. Beliau merupakan putra ketiga dari lima bersaudara, dari pasangan bapak Abdul Hamid dan ibu Chamsiyah.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Muhammad Dahlan menikah dengan Nyai Hj. Chadidjah Dahlan (Ketua Muslimat NU 29 Maret 1946 M).

1.3 Wafat
KH. Muhammad Dahlan wafat pada tanggal 1 Februari 1977 M/14 Jumadil Awal 1327 H, dalam usia 67 tahun. Jenazah beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, sebagai wujud dari pengakuan pemerintah atas jasa-jasanya dalam membangun bangsa Indonesia.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. Muhammad Dahlan belajar ilmu agama di dua pesantren, yaitu Pesantren Siwalan Panji yang berada di Sidoarjo dan Pesantren Tebuireng yang berada di Jombang. Lalu beliau bersama kakak sulungnya belajar ilmu agama di Makkah. Beliau sangat rajin mengikuti kelompok-kelompok pengajian sebagaimana para ulama terdahulu yang mengikuti pengajian di sekitar halaman Masjidil Haram, Makkah.

Di kota suci itu beliau belajar berbagai ilmu keagamaan. Tidak hanya ilmu agama saja yang dipelajarinya, di Makkah itu beliau juga belajar banyak hal tentang dunia luar, yang kelak dijadikan bekal untuk membangun negeri dan berkarya dalam NU. 

Di bidang keilmuan, KH. Muhammad Dahlan terlihat menonjol dalam disiplin ilmu fiqih yang ditunjang dengan koleksi kitab-kitab yang dimilikinya. Hal itu menyebabkannya bersikap sangat moderat dalam memandang perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan Imam madzhab. Beliau tidak kaku dengan pendapat madzhab tertentu dalam menentukan suatu hukum, sejauh pendapat itu dinilainya cukup argumentatif.

Lalu kebiasaan Kyai Dahlan yang tidak pernah ditinggalkan semenjak menetap di Pasuruan hingga pindah ke Jakarta adalah membaca Kitab Dalailul Khairat selepas shalat Subuh hingga menjelang shalat Dhuha atau sesudah shalat Maghrib sampai shalat Isya.

2.2 Guru-Guru
1. Syaikhona Kholil Bangkalan,
2. 

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+