Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Umar Baradja
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Umar Baradja

1913 – 1990 M · 63.728 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Syekh Umar Baradja memanfaatkan ilmu, waktu, umur, dan membelanjakan hartanya di jalan Allah sampai akhir hayatnya. Ia memenuhi panggilan Rabb-nya pada hari Sabtu malam Ahad tanggal 16 Rabiul Akhir 1411 H/3 November 1990 M pukul 23.10 WIB di Rumah Sakit Islam, Surabaya, dalam usia 77 Tahun.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi Syekh Umar Baradja

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Guru-guru

3.    Penerus Beliau
3.1  Murid-murid Beliau

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
5.    Karya-karya Beliau
6.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

Syekh Umar bin Achmad Baradja lahir pada 10 Jumadil Akhir 1331 H /17 Mei 1913 M, di kampung Ampel Maghfur. Secara nasab, Syekh Umar Baradja berasal dari Seiwun, Hadramaut, Yaman. Sebagai nama nenek moyangnya yang ke-18, Syekh Sa’ad, laqab (julukannya) Abi Raja’ (yang selalu berharap). Mata rantai keturunan tersebut bertemu pada kakek Nabi Muhammad SAW yang kelima, bernama Kilab bin Murrah.

1.2 Wafat
Sebelum beliau meninggal, Syekh Umar sempat berwasiat kepada putra-putri dan anak didiknya agar selalu berpegang teguh pada ajaran As-Salaf As-Shalih. Yaitu ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, yang dianut mayoritas kaum Muslim di Indonesia dan Thariqah ‘Alawiyyah, dan bermata rantai sampai kepada Ahlul Bait Nabi, para sahabat, yang semuanya bersumber dari Rasulullah SAW.

Syekh Umar Baradja memanfaatkan ilmu, waktu, umur, dan membelanjakan hartanya di jalan Allah sampai akhir hayatnya. Ia memenuhi panggilan Rabb-nya pada hari Sabtu malam Ahad tanggal 16 Rabiul Akhir 1411 H/3 November 1990 M pukul 23.10 WIB di Rumah Sakit Islam, Surabaya, dalam usia 77 Tahun.

Keesokan harinya Ahad ba’da Ashar, beliau dimakamkan, setelah sebelumnya dishalatkan di Masjid Agung Sunan Ampel, yang secara langsung diimami putranya sendiri yang menjadi khalifah (penggantinya), Al-Ustadz Ahmad bin Umar Baradja. Jasad mulia itu dikuburkan di makam Islam Pegirian Surabaya. Kemuliaan beliau tak pernah hilang di tengah-tengah masyarakat. Semakin jelas kemuliaannya itu saat prosesi pemakamannya yang dihadiri ribuan orang.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
Sejak kecil beliau diasuh dan dididik kakeknya dari pihak ibu, Syekh Hasan bin Muhammad Baradja, seoarang ulama ahli nahwu dan fiqih. Ketika sudah dewasa, Syekh Umar Baradja melanjutkan pendidikannya dengan belajar berbagai ilmu agama dan Bahasa Arab dari banyak ulama, baik melalui pertemuan langsung maupun melalui surat. Para ulama dan orang-orang shaleh telah menyaksikan ketakwaan dan kedudukannya sebagai ulama yang ‘amil. Ulama yang mengamalkan ilmunya.

Beliau merupakan salah seorang alumnus yang berhasil, didikan Madrasah Al-Khairiyah di Kampung Ampel, Surabaya, yang didirikan dan dibina oleh Habib Muhammad bin Achmad Al-Muhdhar pada 1895 M. Sekolah yang berasaskan Ahlussunnah wal Jama’ah dan bermadzhab Syafi’i.

2.1 Guru-guru Beliau
Adapun guru-guru Syekh Umar Baradja, antara lain:

  1. Syekh Hasan bin Muhammad Baradja
  2. Al-Ustadz Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad bil Faqih (Malang)
  3. Al-Ustadz Muhammad bin Husein Ba’bud (Lawang)
  4. Al-Habib Abdul Qodir bin Hadi Assegaf
  5. Al-Habib Muhammad bin Ahmad Assegaf (Surabaya)
  6. Al-Habib Alwi bin Abdullah Assegaf (Solo)
  7. Al-Habib Ahmad bin Alwi Al-Jufri (Pekalongan)
  8. Al-Habib Ali bin Husein Bin Syahab, Al-Habib Zein bin Abdullah Alkaf (Gresik)
  9. Al-Habib Ahmad bin Ghalib

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+