Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy dilahirkan di kota Tarim, Hadramaut, pada hari Selasa 15 Safar tahun 1316 H/1896 M.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
3. Penerus
3.1 Murid-Murid
4. Teladan
4.1 Keteladanan Habib Abdul Qodir Bilfaqih
4.2 Keistimewaan
5. Perjuangan Habib Abdul Qodir Bilfaqih
6. Chart Silsilah Sanad
7. Referensi
1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir
Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy lahir di Kota Tarim, Hadramaut, pada hari Selasa 15 Safar tahun 1316 H/1896 M.
Menurut sebuah kisah diceritakan, bahwa saat bersamaan menjelang kelahiran Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy, ada salah seorang ulama besar, yaitu Habib Syaikhan bin Hasyim Assegaf, bermimpi bertemu Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Dalam mimpi itu Syekh Abdul Qadir Jailani menitipkan kitab suci Al-Qur'anul Karim kepada Habib Syaikhan bin Hasyim Assegaf agar diberikan kepada Habib Ahmad bin Muhammad Bilfagih.
Pagi harinya Habib Syaikhan menceritakan mimpinya kepada Habib Ahmad, setelah Habib Ahmad mendengarkan cerita dari Habib Syaikhan, kemudian berkata, ”alhamdulillah, tadi malam aku dianugerahi Allah SWT seorang putra”. Dan itulah isyarat takwil mimpimu bertemu Syekh Abdul Qadir Al-Jailani yang menitipkan Al-Qur'anul Karim agar disampaikan kepadaku. Oleh karena itu, putraku ini kuberi nama Abdul Qadir, dengan harapan, Allah SWT memberikan nama maqam dan kewalian-Nya sebagaimana Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.
1.2 Wafat
Habib Abdul Qadir wafat pada tanggal 21 Jumadil Akhir 1382 H/19 November 1962 dalam usia 62 tahun. Kala saat-saat terakhirnya, ia berkata kepada putra tunggalnya, “lihatlah, wahai anakku. Ini kakekmu, Muhammad SAW datang dan ini ibumu, Sayyidatunal Fatimah, datang….”.
Kemudian ribuan umat berdatangan untuk meyampaikan penghormatan terakhir kepada sang permata ilmu yang mumpuni itu. Setelah disemayamkan di Masjid Jami’ Malang, ia dimakamkan di Kompleks Makam Kasin, Malang, Jawa Timur.
2. Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Pendidikan Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih diawali dari kota kelahirannya yaitu Kota Tarim Hadramaut. Pendidikannya dimulai dari Ibtida’iyah, Tsanawiyah, Aliyah, sampai kuliah tinggi dari ulama-ulama besar dari berbagai fakultas ilmu agama.
Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih dalam memperdalam ilmu-ilmu tersebut bukan hanya di sekitar Kota Tarim saja, melainkan sampai kota-kota lain seperti Kota Sewun Hadramaut, Makkah Al-Mukarromah, Madinah Al-Munawaroh, Kairo Mesir, Afrika Barat, dan sebagainya.
Selama menuntut ilmu, Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih dikenal sebagai murid yang cerdas dan tangkas dalam pelajaran. Juga dikenal sebagai seorang murid teladan yang penuh yang penuh kesungguhan, ketekunan, dan keuletan dalam belajar.
Di samping itu, Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih dikenal sebagai seorang murid yang amat mengagungkan guru-gurunya dan menaruh rasa hormat kepada
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

