Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Gus Baha' (KH. Ahmad Bahauddin Nursalim)
✓ Terverifikasi Tim Riset

Gus Baha' (KH. Ahmad Bahauddin Nursalim)

lahir 1970 M · 689.215 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Biografi Gus Baha Ulama Nahdlatul Ulama Rembang Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Gus Baha' (KH. Ahmad Baha’uddin Nursalim)

1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga

2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mondok di Pesantren Al Anwar Sarang 
2.2 Guru-Guru Beliau

3 Pengasuh Pesantren
3.1 Murid-murid

4 Jasa dan Karya Beliau
4.1 Jasa-jasa Beliau
4.2 Karya-karya Beliau 

5 Kisah Teladan
5.1 Kesederhanaan dalam Kehidupan Gus Baha
5.2 Menolak Gelar Doctor Honor Causa

6 Karomah
6.1 Ditegur Sahabat Nabi Abdullah bin Mas' ud
6.2 Karomah Gus Baha’ Muncul, saat Memegang Kitab Syaikhona Kholil
6.3 Karomah Gus Baha ketika Membaca Al-Quran Tulisan Utsmani

7 Penghargaan

8 Sumber

9.      Chart Silsilah Sanad

1     Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1   Lahir

KH. Ahmad Baha’uddin Nursalim atau biasa disebut dengan panggilan Gus Baha’ lahir pada 29 September 1970 di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Gus Baha’ merupakan putra dari seorang ulama pakar al-Qur’an dan juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA yang bernama KH. Nursalim al-Hafizh dari Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Ayah Gus Baha’ (KH. Nursalim) merupakan murid dari KH. Arwani al-Hafidz Kudus dan KH. Abdullah Salam al-Hafidz Kajen Pati, yang nasabnya bersambung kepada para ulama besar.

Dalam menjaga sekaligus membumikan al-Qur’an, ayah Gus Baha’ bersama dengan sahabatnya Gus Miek (KH. Hamim Jazuli) pada waktu itu beliau berdua membuat gerakan yaitu dengan menyelenggarakan semaan al-Qur’an secara keliling dari satu tempat ke tempat lain. Gerakan tersebut pada awalnya diberi nama Jantiko (Jamaah Anti Koler). Nama gerakan Jantiko kemudian mengalami perubahan menjadi Mantab (Majelis Nawaitu Topo Broto), lalu berubah lagi menjadi gerakan Dzikrul Ghafilin.

Dari silsilah keluarga ayah, Gus Baha’ merupakan generasi ke empat ulama-ulama ahli al-Qur'an. Sedangkan dari silsilah keluarga ibu, Gus Baha’ menjadi bagian dari keluarga besar ulama Lasem, dari Bani Mbah Abdurrahman Basyaiban atau Mbah Sambu.

1.2   Riwayat Keluarga

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Sarang, Gus Baha’ menikah dengan seorang anak Kiai yang bernama Ning Winda pilihan pamannya dari keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Ada cerita menarik dengan pernikahan beliau. Jadi sebelum lamaran, Gus Baha’ menemui calon mertuanya dan mengutarakan sesuatu. Beliau mengutarakan bahwa kehidupan beliau bukanlah model kehidupan yang glamor, melainka

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+