Biografi K.H. Abdul Ghoni Surabaya Jawa Timur Ulama Nahdlatul Ulama
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil KH. Abdul Ghoni
Kelahiran
KH. Abdul Ghoni lahir di Rangkah Buntu, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya. Beliau merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, dari pasangan bapak H. Abu Bakar alias 'Ashiman (nama sebelum menunaikan ibadah haji) dengan ibu Yatimah.
Nama kecil beliau KH. Yatiman kemudian setelah mondok diganti menjadi Abdul Ghoni.
Keluarga
Ketika waktu berdakwah di daerah Kali Lom (sekitar Kedung Cowek), beliau sempat diambil menantu oleh seorang tokoh di lingkungan tersebut, meski akhirnya tak bertahan lama dan terpaksa berpisah. Tapi tak lama kemudian, sekitar tahun 1936 salah seorang kiai di daerah Kedung Pengkol, yaitu KH. Ishaq bin Idris, berminat untuk menjadikannya sebagai menantu, akhirnya KH. Abdul Ghoni dinikahkan dengan salah seorang putrinya yang bernama Siti Ashfiyah.
Pendidikan
Latar belakang riwayat pendidikan KH. Abdul Ghoni baik formal maupun informal kurang begitu diketahui, yang jelas banyak dikisahkan bahwa beliau juga pernah mengaji (nyantri kalong, santri yang tidak tinggal di pondok) kepada KH. Dahlan Ahyat, Kebon Dalem - Surabaya.
Disamping itu, beliau juga sering mengikuti majlis taklimnya KH. Muhammad bin Yusuf, Sukodono, Surabaya, dan masih banyak guru beliau, seperti Abuya As Sayyid Muhammad Al Maliki (yang kebetulan pernah datang ke pondok rangkah), KH. Ma'ruf Kedung lo, Mbah Wali Idris (rangkah II), Mbah KH. Anwar Rangkah, Mbah KH. Wahab Chasbulloh Jombang dan juga Mbah KH. Romli Tamim Peterongan Jombang yang menjadi Guru (bai'at) dalam dunia Thariqoh dan Tasawwuf. Selain itu Beliau juga sering sowan ke Habib Muhammad Bin Husein Al Aidrus (Habib Neon).
Pernah di ceritakan Oleh KH. Mashduqi (Putra ke 3 /Kakak KH. Miftahul Akhyar) bahwa beliau pernah sowan Ke Habib Neon menceritakan perihal hal ihwal putra pertamanya yang majdzub (KH. Ahmad Baidhowi) yang suka nyeleneh dan tidak pernah pulang, kemudian dijawab oleh Habib Neon "biarkan saja, nanti kalo sudah matang pulang sendiri".
KH. Abdul Ghoni juga berguru kepada Syekh Masduqi Lasem (juga besan), KH. Zubair Sarang, KH. Abdul Hamid Pasuruan dan masih banyak lagi guru beliau. Dan salah satu Guru beliau yang selalu hadir di acara rutinan Haul Syekh Abdul Qodir Al Jilany di rangkah, yaitu Habib Abdulloh bin Abdul Qodir Bilfaqih Malang.
Mendirikan Pesantren
Awal berdirinya Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Bahrul
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

