KH. Muslim Rifai Imampuro atau yang kerap disapa dengan panggilan Mbah Liem lahir pada 24 April 1924, di Desa Pengging, Kelurahan Bendan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah. Mbah Liem adalah tokoh NU dan Pendiri Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa) Desa Troso, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1 Menjadi Guru Spiritual Gus Dus
2.2 Mendirikan Pesantren
2.3 Kiprah di Nahdlatul Ulama
3. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muslim Rifai Imampuro atau yang akrab dengan panggilan Mbah Liem lahir pada 24 April 1924, di Desa Pengging, Kelurahan Bendan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah. Mbah Liem adalah tokoh NU dan Pendiri Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa) Desa Troso, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten. Beliau merupakan teman sekaligus guru spiritual bagi KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
1.2 Wafat
Mbah Liem wafat pada Kamis, 24 Mei 2012. Jenazah beliau dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten.
KH. Muslim Rifa'i Imampuro adalah Kyai yang sangat nyentrik. Saking nyentriknya, bahkan dalam proses pemakaman Mbah Liem dilakukan tidak seperti umumnya. Saat jenazah digotong dari rumah duka menuju makam di kompleks pesantren diarak dengan tabuhan hadroh “Shalawat Thola’al Badrun alainaa”, dan kemudian dilanjutkan dengan proses pemakaman ala tentara, dengan menggunakan tembakan peringatan sebagaimana pemakanan militer. Proses pemakan ini dipimpin langsung oleh TNI/Polri, sebagaimana sesuai dengan wasiat Mbah Liem sendiri.
Al-Fatihah ila hadrati Mbah Liem Imampuro. Semoga NKRI Pancasila Aman Makmur Damai Harga Mati!
2. Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1 Guru Spritual Presiden Gus Dus
Mbah Liem dikenal sangat dekat dengan Gus Dur, bahkan jauh sebelum Gus Dur menjadi presiden, kedua kyai ini sudah saling akrab. Banyak orang mengatakan bahwa Mbah Liem adalah Guru spiritualnya Gus Dur.
2.2 Mendirikan Pesantren
Setelah berkelana nyantri ke berbagai pondok pesantren terutama nyantri pada KH. Ahmad Siroj, Solo, Mbah Liem akhirnya hijrah ke Klaten, kemudian memutuskan untuk menetap di Dusun Sumberejo, Desa Troso, Kecamatan Karanganom dan mendirikan Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti.
Nama pesantren KH. Muslim Rifa'i Imampuro tergolong unik dan memastikan secara tegas bukti konsistensi Mbah Liem dalam mencintai dan menjaga NKRI dan Pancasila.
Pada kurun tahun 1983 kelompok Islam radikal, yang terafiliasi dengan islam transnasional mulai mempersoalkan kembali konsep Pancasila sebagai Dasar Negara dan mempertanyakan relevansi Pancasila dengan Islam.
Gagasan kelompok radikal yang mulai mempersalahkan Pancasila ini dipandang oleh para kyai NU sangat membahayakan keutuhan NKRI dan Pancasila. Maka, menanggapi gejolak ini, NU segera menyikapi dengan cepat dan mengadakan Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Sukorejo, Situbondo Jawa Timur dengan hasil sebagai berikut:
1. Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat men
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

