Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Masbuhin Faqih
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Masbuhin Faqih

lahir 1947 M · 31.687 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Masbuhin Faqih Gresik Jawa Timur Ulama Nahdlatul Ulama

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.     Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1   Lahir
1.2   Nasab
1.3   Riwayat Keluarga

2.     Sanad Ilmu dan Pendidikan

3      Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1   Merintis Pesantren
3.2   Terjun di Politik

4      Chart Silsilah Sanad 
5.     Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Masbuhin Faqih lahir pada tanggal 31 Desember 1947 Masehi atau 18 Safar 1367 Hijriyah di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Beliau merupakan putra pertama dari lima bersaudara, dari pasangan KH. Abdullah Faqih dan Hj. Tswaibah.

1.2 Nasab
Beliau memiliki silsilah yang mulya dan agung, yakni sampai ke Sunan Giri. Kalau diruntut, maka beliau adalah keturunan ke-12 dari Kanjeng Sunan Giri Syeih Maulana Ishaq, dengan runtutan seagai berikut:
1. Syekh Ainul Yaqin (Sunan Giri)
2. Sunan Dalem
3. Sunan Prapen
4. Kawis Goa
5. Pangeran Giri
6. Gusti Mukmin
7. Amirus Sholih
8. Abdul Hamid
9. Embah Taqrib
10. KH. Muhammad Thoyyib
11. KH. Abdullah Faqih
12. KH. Masbuhin Faqih

Dengan silsilah yang begitu agung tersbut, tak bisa dipungkiri di dalam diri beliau terdapat ruh dan jiwa seorang ulama yang tangguh dan berjuang tanpa batas waktu seperti embah buyutnya dahulu.

1.3 Riwayat Keluarga
KH. Masbuhin Faqihmenikah dengan Nyai Hj. Mas’aini. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai 12 anak, 9 putra dan 3 putri.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
KH. Masbuhin Faqih menempuh pendidikan MI sampai Mts di lingkungan rumahnya. Setelah Tsanawiyah beliau melanjutkan studinya ke Gontor, Pondok Pesantren Darussalam Ponorogo, Jawa Timur, di sanalah beliau memperdalam ilmu bahasa Arab dan Inggris. Setelah lulus dari Gontor beliau melanjutkan dengan nyantri di Pondok Pesantren Langitan Widang Tuban, yang diasuh oleh KH. Abdul Hadi dan KH. Abdullah Faqih.

Di sana beliau memperdalam ilmu kitab kuning, mulai dari Fiqih, Nahwu, Shorof, tauhid, sampai tasawwuf. Proses penggembalaan ilmu di Pondok Pesantren Langitan cukup lama, sekitar 17 tahun beliau nyantri di sana. Diceritakan bahwasannya sosok KH. Masbuhin Faqih muda adalah pemuda yang giat dan tekun belajar, suka bekerja keras, dan optimis dalam suatu keadaan apapun.

Waktu di Pondok Pesantren Langitan beliau banyak melakukan tirakat, seperti memasak sendiri, melakukan ibadah puasa sunnah dan lain-lain. Di sana belaiu juga sempat menjadi khadam (pembantu dalem) kyai. Hal ini sampai menjadi jargon beliau dalam menasehati santri MBS (Mamba’us Sholihin), yakni “ne

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+