Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Marzuqi Zahid
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Marzuqi Zahid

1909 – 2000 M · 15.880 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Ahmad Marzuqi Zahid dilahirkan di Desa Kauman Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan pada Hari Kamis pon tanggal 22 Jumadal Ula 1327 H. yang bertepatan dengan tanggal 10 Juni 1909 M.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Ahmad Marzuqi Zahid dilahirkan di Desa Kauman Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan pada Hari Kamis pon tanggal 22 Jumadal Ula 1327 H. yang bertepatan dengan tanggal 10 Juni 1909 M. Beliau adalah putra ke sembilan KH. Zahid dan Nyai ‘Alimah dari sebelas bersaudara.
1. KH. Abdul Hadi
2. Mutmainnah
3. Tashrifah
4. Zainab
5. KH. Muhammad Rofii (ayahanda KH. Abdullah Faqih)
6. Musfi’ah
7. ‘Aisyah
8. Musta’inah (meninggal usia muda)
9. KH. Ahmad Marzuqi
10. Hindun
11. Maryam (meninggal ketika masih kecil)

1.3 Riwayat Keluarga
Keberhasilan ayah dari sembilan putra ini dalam mengemban dan menjalankan semua aktivitasnya, khususnya dalam mengasuh Pondok Pesantren Langitan, tidak lepas dari jasa seorang wanita yang memiliki nilai istimewa di sisinya, yaitu istrinya sendiri, Nyai Halimah. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, Nyai Halimah mencurahkan segala pengorbanannya dalam mendampingi dan mengabdikan dirinya membantu tugas-tugas sang suami, baik dalam suka maupun duka. Beliau bersama Nyai Halimah dikaruniai sembilan putra-putri yang kelak menjadi penerus perjuangan ayah dan ibunya dalam menegakkan panji-panji Islam.

Setelah selama kurang lebih empat puluh tujuh tahun mencurahkan segala potensi yang dimiliki dalam mendampingi dan membantu meringankan beban suami dalam menegakkan kalam ilahi, Ibu Nyai Halimah kembali ke haribaan Rabbul ‘izzati tepat pada tanggal 6 Juni 1992 M.

Air mata jatuh menetes tak tertahankan sebagai saksi atas segala jasa-jasa beliau yang tidak dapat terbelikan oleh materi. Dua tahun sepeninggal Nyai Halimah, tepatnya pada tanggal 7 April 1994 M. KH. Ahmad Marzuqi Zahid menikah lagi dengan Nyai Sholihah dari Desa Manyar Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan, yang mendampingi hingga akhir hayatnya.

1.4 Wafat
Hari itu, Sabtu, 21 Rabi’ul Awwal 1421 H. atau bertepatan dengan tanggal 24 Juni 2000 M. KH. Ahmad Marzuqi Zahid berpulang ke haribaan Allah SWT pada usia 91 tahun.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

Karena kapabilitas dan kredibilitasnya yang mumpuni dalam bidang pengetahuan agama, beliau mendapat amanat dari KH. Abdul Hadi Zahid untuk menjadi pengajar di Pondok Pesantren Langitan. Selain memiliki penguasaan ilmu pengetahua

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+