Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Muthohar
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Muthohar

1926 – 2005 M · 22.130 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Ahmad Muthohar bin Abdurrahman bin Qoshidil Haq lahir pada tahun 1926. Beliau merupakan putra kelima dari KH. Abdurrahman.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi KH. Ahmad Muthohar

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Teladan
  5. Karya-Karya
  6. Chart Silsilah Sanad

Kelahiran

KH. Ahmad Muthohar bin Abdurrahman bin Qoshidil Haq lahir pada tahun 1926. Beliau merupakan putra kelima dari KH. Abdurrahman.

Saudara beliau, KH. Fathan bin Abdurrahman adalah sosok yang meneruskan kepemimpinan Pesantren Futuhiyyah bersama dengan dua keponakannya, KH. Muhammad Shodiq Luthfil Hakim Muslih dan KH. Muhammad Hanif Muslih, sepeninggal KH. Muslih bin Abdurrahman.

Wafat

KH. Ahmad Muthohar wafat pada usia 79 tahun sekitar pukul 03.30, pada tanggal 22 juni 2005 M bertepatan 15 Jumadil Ula 1426 H, saat melaksanakan sholat tahajud, yang rutin dilakoninya selama berpuluh-puluh tahun. Beliau wafat meninggalkan 8 putra-putri dari para istrinya, 4000-an santri, dan puluhan ribu anggota thoriqoh.

Pendidikan

Dalam perjalanan pendidikannya, KH. Ahmad Muthohar merupakan salah satu ulama yang berkesempatan menimba ilmu dari Syaikh Yasin bin Isa Al Fadani, ulama Makkah asal Padang Sumatera Barat, bergelar “Al Musnid Dunya” (ulama ahli sanad dunia), berkat keahliannya dalam hal ilmu periwayatan hadits.

Teladan

Salah satu hal yang patut menjadi teladan dari KH. Ahmad Muthohar adalah keistiqomahan dalam beribadah. Meski harus dengan menaiki kursi roda dan didorong oleh santri dari kediaman menuju masjid, beliau tetap semangat, bahkan masih sempat keliling ke kamar-kamar pesantren untuk membangunkan santri yang tidur atau sekedar mengingatkan waktu sholat jamaah.

Sepanjang masa itu, Kiyai Ahmad Muthohar merupakan sesepuh yang mengampu pengajian santri dan bertindak sebagai imam sholat maktubah di Masjid An-Nur Pondok Pesantren Futuhiyyah, disamping sebagai imam sholat Jumat di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin, Kauman, Mranggen.

Sedang struktur tata kelola organisasi pesantren (termasuk pengelolaan yayasan) dipimpin oleh dua putra KH. Muslih bin Abdurrahman, yakni KH. Muhammad Shodiq Luthfil Hakim Muslih dan dibantu adiknya KH. Muhammad Hanif Muslih.

KH. Ahmad Muthohar bin Abdurrahman terkenal sebagai sosok ulama yang istiqomah. Para santri menjadi saksi keistiqomahannya dalam hal ubudiyah. Sepanjang hayat, kecuali pada saat benar-benar udzur, beliau senantiasa melaksanakan sholat maktubah berjamaah dengan para santri.

Disamping menjadi imam Masjid An-Nur Pesantren Futuhiyyah, sehari-harinya KH. Ahmad Muthohar bin Abdurrahman juga mengajarkan kitab-kitab salaf.

Karya-Karya

Semasa hidup, KH. Ahmad Muthohar dikenal sebagai penulis produktif. Tak kurang dari 30 judul kitab kuning karyanya membahas berbagai disiplin ilmu, diantara kitab nahwu, shorof (tata bahasa), aqidah (ketahuidan), akhlak (budi pekerti), fiqih (hukum Islam), tafsir, hingga mawaris (tentang pembagian warisan).

Di kalangan nahdliyyin, karya-karya KH. Ahmad Mutho

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+