Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Aniq Muhammadun, Pendiri Pesantren Manbaul Ulum Pati
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Aniq Muhammadun, Pendiri Pesantren Manbaul Ulum Pati

lahir 1952 M · 28.877 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Aniq Muhammadun atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Aniq lahir pada 30 Desember 1952 di Pondohan, Tayu, Pati.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren
3.2  Menjadi Pengusaha
3.3  Terjun ke Politik

4.    Pesan
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Aniq Muhammadun atau yang akrab dipanggil KH. Aniq lahir pada tanggal 30 Desember 1952 M di Pondohan, Tayu, Pati. Beliau merupakan putra ketujuh dari sepuluh bersaudara, dari pasangan KH. Muhammadun dengan Nyai Nafisatun.

1.2 Riyawat Keluarga
KH. Aniq Muhammadun menikah dengan Nyai Hj. Salamah (Sarang) pada sekitar tahun 1982 M, dari pernikahannya, beliau dikaruniai putra-putri yakni:
1. Nyai Durratun Nafisah, (Mba Dur),
2. Kyai M. Syafiq,
3. Nyai Sakinah (Mba Nina),
4. Kyai Anwarul Huda (Gus Aan),
5. Nyai Atiyyaturrahmaniyyah (Mba Tiya),
6. Kyai A’lamuddin (Gus ‘Alam),
7. Nyai Alifatul Husna (Mba Iffah).

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. Aniq Muhammadun memulai pendidikanya dengan belajar di Madrasah Mathali’ul Falah Kajen Pati dan selesai pada tahun 1970 an. Setelah keluar dari Kajen, beliau melanjutkan pendalaman ilmu agamanya terutama di bidang Nahwu dan Fiqih kepada ayahnya sendiri.

KH. Aniq Muhammadun bahkan rutin diberi waktu setiap habis Isya untuk mendapatkan pengajaran khusus dari ayahandanya. Kedekatan yang cukup kuat dengan ayahnya KH. Muhammadun itu betul-betul menjadi panutan bagi beliau dalam mengajar sampai saat ini.

2.2 Guru
KH. Muhammadun (ayah).

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Mendirikan Pesantren
Setelah menikah, beliau sempat tinggal di Sarang Rembang. Hanya saja, karena keluarga menghendaki KH. Aniq Muhammadun dan keluarga tinggal tidak jauh-jauh dari Pondohan Tayu, akhirnya beliau kembali di Pondohan, dan beberapa saat kemudian membeli rumah di daerah Pakis Tayu sebagai cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Manbaul Ulum.

Santri pertama KH. Aniq Muhammadun saat memulai tinggal di Pakis Tayu berjumlah 10 orang, dan masih tinggal satu rumah dengan beliau. Mengingat jumlah santri yang semakin banyak, maka pada tahun 1989 M beliau memulai membangun bangunan pondok pesantren di belakang rumah. Keberhasilan dari alumnus Mathali’ul Falah ini dalam mengembangkan pondok pesantren dibuktikan dua hal, secara kuantitas dan kualitas. Secara kuantitas, dibuktikan dengan jumlah santri yang terus bertambah.

Saat ini, kurang lebih 200-an santri dari berbagai daerah belajar di bawah asuhan beliau. Infrastruktur juga sudah semakin maju, banyak bangunan baru yang sudah berdiri sebagai instrumen kelayakan untuk kegiatan belajar mengajar. Secara kualitas, banyak alumni yang berhasil menjadi Pimpinan dan Kyai di daerahnya masing-masing.

Di samping itu, nilai-nilai atau karakter dari santriwan

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+