Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Thohir Bakri, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Pertama
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Thohir Bakri, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Pertama

1921 – 1959 M · 18.344 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Thohir Bakri Ulama Nahdlatul Ulama Surabaya Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup
1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan

3.    Perjalanan Hidup
3.1  Ketua Gerakan Pemuda Ansor

4.   Karier
5.   Referensi

1. Riwayat hidup
1.1 Lahir

KH. Thohir Bakri lahir pada 1908 di Praban, sebelah selatan Tugu Pahlawan, Kota Surabaya.

1.2 Wafat
KH. Thohir Bakri wafat pada tanggal 26 Juli 1959.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

KH. Thohir Bakri kecil memulai pendidikannya dengan belajar agama kepada orang tuanya. Kemudian setelah dewasa beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di Pesantren Peterongan, Jombang. Setelah selesai, lalu beliu belajar di Pesantren Tebuireng, Jombang.

3. Perjalanan Hidup
3.1 Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor

Selama hidupnya, baik waktu, tenaga dan pikiran Kyai kelahiran Praban, Surabaya, ini hampir seluruhnya dicurahkan untuk kepentingan organisasi Ansor dan NU. Bahkan, jauh-jauh hari sebelum terpilih menjadi Ketua Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) pada 1934.

“Selama di pondok ia selalu mengungkapkan angan-angannya, kapankah santri-santri di seluruh Indonesia bisa menjadi anggota ANO, lengkap dengan pakaian uniformnya,” tulis KH. Ahmad Abdul Hamid, teman karib saat nyantri di Tebuireng. Bahkan, lanjutnya, berkali-kali ia menjumpai KH. Wahid Hasyim guna meminta nasihat tentang hal itu.

Sejarah lahirnya GP Ansor tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang kelahiran dan gerakan NU itu sendiri. Tahun 1921 telah muncul ide untuk mendirikan organisasi pemuda secara intensif. Hal itu juga didorong oleh kondisi saat itu, di mana-mana muncul organisasi pemuda bersifat kedaerahan seperti, Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, Jong Celebes dan masih banyak lagi yang lain.

Di balik ide itu, muncul perbedaan pendepatan antara kaum modernis dan tradisionalis. Disebabkan oleh perdebatan sekitar tahil, talqin, taqlid, ijtihad, mashab dan masalah furuiyah lainnya. Tahun 1924 KH. Abdul Wahab Chasbullah membentuk organisasi sendiri bernama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi baru itu kemudian dipimpin oleh Abdullah Ubaid (Kawatan) sebagai Ketua, dan KH. Thohir Bakri (Praban) sebagai Wakil Ketua, dan Abdurrahim (Bubutan) selaku sekretaris.

Setalah Syubbanul Wathan dinilai mantap dan mulai banyak remaja yang ingin bergabung. Maka pengurus membuat seksi khusus mengurus mereka yang lebih mengarah kepada kepanduan, dengan sebutan Ahlul Wathan. Sesuai kecendrungan pemuda saat itu pada aktivitas kepanduan sebagaimana organisasi pemuda lainnya.

Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 21-26 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai Departemen Pemuda NU, satu tingkat dengan bagian dakwah, ekonomi, mubarrot dan ma’arif. Adapun struktur ANO pertama Ketua (KH. Thohir Bakri), Wakil Ketua (Abdullah Oebaid), dan Sekretaris (H. Acmad Barawi, Abdussalam).

H.A.A. Achsien da

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+