KH. R. A. Arwan Bauis SH lahir pada 9 Januari 1949 di Bantul, Yogyakarta. Beliau merupakan putra dari pasangan H. Busyro Abdullah dengan Hj. Solihah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1 Kiprah di Nahdlatul Ulama
2.2 Memimpin LP Ma'Arif NU
3. Sahabat KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
4. Karomah
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. R.A. Arwan Bauis SH lahir pada tanggal 9 Januari 1949 M di Bantul, Yogyakarta. Beliau merupakan putra dari pasangan H. Busyro Abdullah dengan Hj. Solihah.
1.2 Wafat
KH. R.A. Arwan Bauis SH wafat pada Selasa malam, 11 Agustus 2015 M. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya setelah menderita leukemia bertahun-tahun. Jenazahnya disemayamkan di Makam Wonokromo Pleret Bantul, pada Hari Rabu, 12 Agustus 2015 M.
Para pelayat yang hadir di antaranya adalah putri Gus Dur, Nyai Alissa Qotrunnada, KH. Asyhari Abta, Prof. Rochmat Wahab, Drs. Noor Hamid dari Kanwil Kemenag DIY, dan mantan Bupati Bantul Hj. Sri Surya Widati.
Upacara pemakaman dimulai pukul 14.00, dan didoakan oleh beberapa kyai, di antaranya adalah KH. R. Najib Abdul Qodir dari Pesantren Al-Munawwir Krapyak, KH. Mu’tashim Billah dari Pesantren Sunan Pandanaran Sleman, KH. Dr. H. Malik Madaniy, M.A (mantan Katib ‘Aam PBNU), dan KH. Abu Salim Aliy (Pesantren Hidayatul Muttaqien Lodoyong Tempel Sleman).
2. Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1 Kiprah di Nahdlatul Ulama
Peranan KH. R.A. Arwan Bauis SH di Nahdlatul Ulama dimulai ketika beliau menjadi Ketua IPNU Bantul. Kemudian pengalamannya berlanjut dengan menjadi anggota GP Ansor. Tidak berhenti di sini, kiprah organisasinya terus berlanjut, KH. R.A. Arwan Bauis SH dipercaya untuk menahkodai LP. Ma’arif NU DIY. Kemudian pernah juga menjadi Wakil Ketua PWNU DIY, mendampingi KH. Sofwan Helmi.
Menurut Dr. KH. Hilmy Muhammad, Wakil Rais Syuriah PWNU DIY, sosok KH. R.A. Arwan Bauis SH adalah pejuang NU tulen dan sesepuh Ansor. Beliau adalah murid Simbah almarhum KH. Ali Maksum, dan juga sahabat sekaligus pengawal almarhum KH. Abdurrahman Wahid bila sedang berkunjung di Jogja. Komitmen perjuangan beliau terhadap NU tak bisa diragukan sama sekali, lahir-batin.
Di masa awal reformasi, lanjut Gus Hilmy, beliau mencapai puncak karir jabatan dan senioritas di Departemen Agama Wilayah DIY. KH. R.A. Arwan Bauis SH sebenarnya berhak menduduki jabatan Kakanwil. Akan tetapi karena ada komitmen sharing kekuasaan, yaitu khusus untuk DIY dan Sumatera Barat diserahkan untuk kalangan Muhammadiyah, maka beliau menerima hal tersebut dengan penuh legowo.
Ini menjadi pelajaran besar bagi kita bahwa jabatan bukan segala-galanya, dan bahwa NU sebagai lembaga dakwah dan pe
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

