KH. Ahmad Syahid atau yang akrab disapa dengan panggilan Ayah Syahid atau Ajengan Syahid lahir pada 9 Januari 1945 di Cicalengka, Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Beliau merupakan putra dari KH. Soleh.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ahmad Syahid atau yang akrab dengan panggilan Ayah Syahid atau Ajengan Syahid lahir pada tanggal 9 Januari 1945 M di Cicalengka, Nagrek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Beliau merupakan putra dari KH. Soleh. KH. Ahmad Syahid adalah sosok ulama besar NU Jawa Barat yang terkenal dengan kedermawanannya dalam mengayomi masyarakat maupun santri-santri.
1.2 Riyawat Keluarga
KH. Ahmad Syahid menikah dengan Hj. Euis Kultsum, putri dari pimpinan Pondok Pesantren Kudang Limbangan. Bersama istrinya tersebut beliau melanjutkan perjuangan menyebarkan ilmu. Selalu menginspirasi santri-santri dan masyarakat secara umum. Beliau juga pernah menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional pertama tahun 1968 M di Makassar, Sulawesi Selatan.
1.3 Wafat
Sebelum meninggal dunia, tepatnya lima hari setelah lebaran, KH. Ahmad Syahid sempat memohon izin kepada Habib Luthfi Al-Atthas untuk membuat kuburan dan merapikan kubah yang akan ditempatinya sembari berkata, “saya akan dikubur di sini dalam waktu dekat dan setelah Syawal saya akan kembali ke Rahmatullah.”
Beliau wafat pada hari Sabtu, 5 Agustus 2017 M jam 18.15 WIB di Rumah Sakit AMC Cileunyi. Kepergian beliau ini sangat mengagetkan karena pada hari-hari sebelumnya masih mengikuti kegiatan pesantren sebagaimana biasa. Kepergian KH. Ahmad Syahid meninggalkan banyak kesan menarik bersama Presiden ke-4 Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa “Gus Dur”. KH. Abdurrahman Wahid pernah berkata, “kalau ingin melihat orang yang ikhlas dalam mempelajari Al-Qur’an, maka beliaulah KH. Ahmad Syahid. Beliau adalah Qori kehidupan.”
KH. Ahmad Syahid pun pernah menuliskan cerita tentang Gus Dur lewat tulisan tangan yang merupakan hasil penelitian santri putranya bernama Saepul Akmal berjudul KH. Abdurrahman Wahid di Mata KH. Ahmad Syahid. KH. Ahmad Syahid adalah seorang Kyai yang memiliki mahabbah atau kecintaan yang amat tinggi kepada Rasulullah SAW dan Ahlul Bait. Habib Luthfi pernah menuturkan, “begitu cintanya, KH. Ahmad Syahid sampai-sampai anak saya itu gak boleh keluar dari pondok karena Kyai khawatir tidak ada dzurriyyah di dalam pondok yang bisa menyebabkan Rasulullah tidak akan mau jalan-jalan ke pond
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

