Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Akrom Chasani
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Akrom Chasani

wafat 1974 M · 16.924 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH Akrom Chasani Ulama Nahdlatul Ulama Pekalongan Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.      Riwayat Hidup
1.1    Lahir
1.2    Wafat

2.      Sanad Ilmu dan Pendidikan

3.      Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1    Mendirikan Pesantren
3.2    Mendirikan Sekolah

4.      Aktif di Nahdlatul Ulama
5.      Kunjungan ke Rusia
6.      Referensi

1. Riwayat Hidup
1.1 Lahir

KH. Akrom Chasani atau yang kerap disapa dengan panggilan Sebayat merupakan putra bungsu dari KH. Abdul Khafidz. Ketika usianya baru enam tahun, KH. Akrom Chasani ditinggal oleh ayahnya, beliau menjadi yatim. Sepeninggal ayahnya, kemudian beliau diasuh oleh kakak-kakaknya.

1.2 Wafat
KH. Akrom Chasani wafat pada tanggal 21 Januari 1974 karena sakit. Jenazah beliau dimakamkan di pemakaman depan Masjid Jami Al-Husain Jenggot. Selain itu, beliau meninggal dunia sebelum Pondok Pesantren Syafi’i Akrom dibangun.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
KH. Akrom Chasani muda memulai pendidikannya dengan belajar kepada KH. Amir di Kelurahan Simbang Kulon. Setelah selesai belajar dengan KH. Amir, beliau melanjutkan mondok di Pondok Pesantren Kaliwungu, Kendal yang diasuh oleh Mbah Ahmad Rukyat. Namun terkendala ekonomi, beliau hanya mondok di Pondok Pesantren Kaliwungu sekitar satu tahun. Setelah itu, ia terus memperdalam ilmu agama secara otodidak.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren

Setelah selesai belajar di pesantren, KH. Akrom Chasani kembali ke kampung halamannya. Ketika di rumah beliau sangat gelisah dan memikirkan bagaimana cara mengembangkan ilmu yang sudah di dapat, akhirnya pada suatu hari beliau mempunyai ide untuk mendirikan pondok pesantren, kemudian ide itu disampaikan kepada KH. Muhammad Ilyas yang merupakan sahabat karibnya. Selain kepada KH. Muhammad Ilyas, KH. Akrom Chasani juga menyampaikan ide itu kepada sahabat karibnya yang lain, KH. Syafi’i yang saat itu masih menjabat sebagai ketua Koperasi Pembatikan Buaran.

Ide tersebut direspon baik oleh KH. Muhammad Ilyas maupun KH. Syafi’i. Bak gayung bersambut, KH. Syafi’i kemudian menyampaikan ide itu dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Pembatikan Buaran pada tahun 1964. Pada RAT itu, anggota Koperasi Pembatikan Buaran secara aklamasi menyetujui mewakafkan tanah-tanah milik Koperasi Pembatikan Buaran untuk pendirian pondok pesantren tersebut.

Rencana pendirian pondok pesantren itu ditindaklanjuti dengan membentuk pengurus. Kemudian dibuatlah kartu infaq untuk keperluan pembangunan pondok pesantren tersebut. Sementa

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+