Biografi KH. Ahmad Rukyat (Mbah Rukyat Kaliwungu)

 
Biografi KH. Ahmad Rukyat (Mbah Rukyat Kaliwungu)

Daftar Isi Profil KH. Ahmad Rukyat (Mbah Rukyat Kaliwungu)

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Mengasuh Pesantren
  4. Karomah
  5. Teladan

Kelahiran

KH. Ahmad Rukyat atau yang kerap disapa dengan panggilan Mbah Rukyat Kaliwungu lahir pada 1885. Beliau merupakan putra KH. Abdullah Wiryodikromo.

Wafat

KH. Ahmad Rukyat wafat pada hari jum'at ba'da sholat maghrib tanggal rabiul akhir 1388 H atau bertepatan 04 juli 1968 M. Beliau dimakamkan di Jabal Nur (Desa Protomulyo).

Mengasuh Pesantren

Pada tahun 1932, beliau diamanahi oleh paman beliau, KH. Irfan bin Musa untuk mengasuh Pondok Pesantren APIK Kauman, Kaliwungu.

Pada masa kepemimpinan beliau inilah, Pondok Pesantren APIK bertambah pesat dan maju, karena pada saat itu merupakan masa-masa perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah dimana rumah Pendiri Pondok dijadikan sebagai Posko Palang Merah serta karena semakin bertambahnya santri yang mondok di Pondok Pesantren APIK Kaliwungu. Diantara ribuan santri KH. Ahmad Rukyat yang menjadi ulama/tokoh masyarakat adalah :

  1. KH. Abuya Dimyati (Mbah Dim) Pandeglang, Banten
  2. KH. A. Shohibulwafa TA. (Abah Anom), Tasikmalaya
  3. KH. Asror Ridwan (Mbah Asror) Kaliwungu, Kendal
  4. KH. Dimyati Rois (Mbah Dim) Kaliwungu, Kendal

Dan masih banyak lagi santri-santri KH. Ahmad Rukyat yang menjadi ulama besar pada saat beliau mengasuh Pondok Pesantren APIK Kaliwungu.

Pada masa Kepemimpinan KH. Ahmad Rukyat inilah nama Pondok Pesantren Salafi al-Kaumani berubah menjadi Asrama Pelajar Islam Kauman (APIK) Kaliwungu. Perubahan nama tersebut didasarkan pada situasi saat itu dimana pergolakan politik negara dengan munculnya organisasi-organisasi massa seperti Masyumi, Nahdlatul Ulama dan organisasi kepemudaan lain.

Selain itu, sistem pengajaran pondok pesantren yang semula dalam pengajarannya hanya menggunakan metode sorogan dan bandongan, ditambah dengan metode klasikal. Beliau juga pernah menjadi salah satu Mursyid Thariqah di Wilayah Kabupaten Kendal.

Karomah

KH. Ahmad Rukyat pernah dikunjungi Nabi Khidhir as dan konon katanya, salah satu  guru beliau adalah Nabi Khidir as.

Ada juga cerita yang sumbernya dari santri beliau, jika mengajar para santri di masjid, suara beliau bisa terdengar beratus-ratus meter jauhnya, padahal beliau tidak memakai mic atau alat pengeras suara apapun dan keadaan beliau pun saat itu sangat sepuh. Ada kisah lain, beliau terbiasa berkomunikasi batin dengan santrinya yang berada di Banten, yaitu KH. Abuya Dimyati.

Jika Abuya Dimyati sedang menghadapi suatu kesulitan atau masalah, biasanya Abuya Dimyati langsung berkomunikasi batin dengan beliau. Kemudian masalah yang sedang dihadapi Abuya Dimyati pun tiba-tiba terselesaikan.

Maka, tidak mengherankan bila banyak santri atau masyarakat yang mengatakan bahwa beliau termasuk salah satu Waliyullah. Masih banyak lagi cerita-cerita tentang karomah beliau yang lain.

Teladan

KH. Ahmad Rukyat adalah sosok ulama Kaliwungu yang sangat Tawadhu’ dan Zuhud. Walaupun beliau hidup sederhana, namun beliau dikenal masyarakat sebagai Kiai yang loman (dermawan).

 

Lokasi Terkait Beliau

List Lokasi Lainnya