Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Masruri Abdul Mughni, Pengasuh Pesantren Al Hikmah Benda
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Masruri Abdul Mughni, Pengasuh Pesantren Al Hikmah Benda

1943 – 2011 M · 31.212 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Masruri Abdul Mughni Ulama Nahdlatul Ulama Brebes Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2  Inspirator Pengembang Ilmu Falak di Nusantara

4.   Teladan Beliau 
5.   Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Masruri Abdul Mughni atau yang kerap dipanggil dengan Abah Yai lahir di Desa Benda pada tanggal 23 Juli 1943. Beliau adalah putra pertama dari dua bersaudara, dari pasangan KH. Abdul Mughni dan Hj. Maryam. Abah Yai juga merupakan cucu dari KH. Kholil bin Mahali, salah satu Muassis (pendiri) Pondok Pesantren Al Hikmah.

1.2  Riwayat Keluarga
Pada tahun 1965 atau ketika berusia 22 tahun, KH. Masruri Abdul Mughni menikah dengan Hj. Adzkiyah binti KH. Kholil. Dari pernikahan beliau dikaruniai sembilan orang putra dan tujuh orang putri. Tapi sayangnya, usia penikahan beliau tidak lama, karena tepatnya pada tahun 1996, Ummi Adzkiyah wafat karena sakit.

Setelah wafat istri beliau, atas petunjuk dan doa restu beberapa kyai, pada tahun 1999 Abah Yai menikah kembali dengan Hj. Muzdalifah bin Anas yang masih mempunyai garis keturunan Syekh Syarif Hidayatullah Sunan Gunung Jati, Cirebon. Dari pernikahan yang kedua ini Abah dikaruniai dua orang putra dan dua orang putri.

1.3 Wafat
Sebelum berangkat ke Tanah Suci pada 14 Oktober 2011, tim medis sudah menyatakan Abah Yai  dalam kondisi sehat meski dua bulan sebelumnya baru saja menjalani operasi pemasangan ring jantung untuk yang kedua kalinya. Tepatnya Kamis malam, 17 November 2011, setelah melaksanakan shalat Arba’in di Masjid Nabawi, Abah Yai merasa kecapekan.

Petugas pun kemudian membawa Abah ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Madinah. Karena kondisi beliau semakin memburuk, Abah Yai yang sebelumnya dibawa ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Anshor. Sabtu pagi, kondisi Abah Yai membaik, bahkan selang ventilator yang terpasang dilepas oleh tim dokter.

Namun Sabtu malam pukul 23.00 WSA (Waktu Saudi Arabia) kondisi Abah kembali memburuk. Ahad pagi 20 November 2011 pukul 00.15 WSA (Waktu Arab Saudi) atau pukul 04.15 WIB, Abah Yai dipanggil ke haribaan Allah SWT dalam usia 68 tahun. Beliau meninggalkan 19 anak dan 26 cucu dari pernikahan dengan Hj. Adzkyah dan Hj. Musdalifah.

Setelah dishalati di Masjid Nabawi selepas shalat Subuh, atas wasiat Abah Yai sendiri, jenazah Beliau disemayamkan di Komplek Pemakaman Baqi’ di dekat Masjid Nabawi.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

Abah Yai hidup di lingkungan pesantren yang didirikan oleh kakek beliau, sehingga sejak kecil sudah belajar agama di bawah asuhan sang kakek secara langsung. Memasuki usia 14 tahun, tepatnya pada ta

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+