Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Wahab Chasbullah (Pencetus Sya’ir Ya Lal Wathon)
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Wahab Chasbullah (Pencetus Sya’ir Ya Lal Wathon)

1888 – 1971 M · 89.439 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdul Wahab Chasbullah merupakan salah  satu ulama besar pelopor pendiri Nahdlatul Ulama (NU)yang sangat berjasa di negara ini . Beliau meupakan orator ulung, ahli politik, pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
4.2  Mendirikan Madrasah
4.3  Salah Satu Pendiri Nahdlatul Ulama
4.4  Turut Serta Dalam Fatwa Resolusi Jihad
4.5  Inspirator Terbentuknya GP Ansor
4.6  Menjadi Utusan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama di Arab Saudi

5.    Karya Beliau
5.1  Pencetus lagu Sya'ir Ya Lal Waton

6.    Karir-Karir
7.    Chart Silsilah Sanad

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Abdul Wahab Chasbullah merupakan salah satu ulama besar pelopor pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang sangat berjasa di negara ini. Beliau merupakan orator ulung, ahli politik, pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

KH. Abdul Wahab Chasbullah atau yang biasa dipanggil dengan Mbah Wahab lahir di Jombang, 31 Maret 1888 M. Beliau merupakan putra pasangan KH. Hasbullah Said, Pengasuh Pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur, dengan Nyai Latifah.

KH. Abdul Wahab Chasbullah berasal dari keturunan Raja Brawijaya IV dan bertemu dengan silsilah KH. Hasyim Asy’ari pada Kyai Abdus Salam (Kyai Shoichah) bin Abdul Jabar bin Ahmad bin Pangeran Sumbu bin Pangeran Benowo bin Jaka Tingkir (Mas Karebet), bin Lembu Peteng, bin Brawijaya V (raja Majapahit ketujuh).

1.2 Keluarga
Pada tahun 1914 M, KH. Abdul Wahab Chasbullah, menikah dengan putri Kyai Musa yang bernama Nyai Maimunah. Sejak itu, beliau tinggal bersama mertua di Kampung Kertopaten, Surabaya. Namun pernikahan dan membina rumah tangga ini tidak berlangsung lama. Istrinya meninggal sewaktu mereka berdua menjalankan ibadah haji pada 1921 M.

Sepeninggal Nyai Maimunah, beliau menikah lagi dengan Nyai Alawiyah, putri dari KH. Alwi Tamim. Dari Pernikahan ini beliau dikaruniai seorang putri bernama Nyai Khadijah yang kemudian menikah dengan Kyai Abdul Mu’in dari Bangil. Dan Nyai Khadijah meninggal pada tahun 1987.

Masih dalam pernikahan dengan Nyai Alawiyah, beliau menikah lagi di Jombang dengan seorang perempuan bernama Nyai Rahmah, putri Kyai Abdus Sjukur akan tetapi pernikahan dengan Nyai Rahmah ini tidak berlangsung lama, beliau bercerai dan tidak mempunyai putra.

Kemudian beliau menikah lagi ke tiga kali, kemudian bercerai, dan tidak mempunyai anak. Sewaktu melaksanakan ibadah haji tahun 1920 KH. Abdul Wahab Chasbullah menikah dengan Nyai Asna binti Said asal Surabaya dan

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+