KH. Chabibullah Idris Ulama Nahdlatul Ulama Wonosobo Jawa Tengah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Kiprah di Nahdlatul Ulama
3.2 Mendirikan Sekolah dan Kampus
3.3 Pendobrak Pendidikan
4. Teladan
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Chabibullah Idris atau yang kerap disapa dengan panggilan Mbah Chabib lahir pada tanggal 20 Agustus 1941 M di Wonosobo. Beliau merupakan putra dari KH. Idris, seorang ulama yang cukup terkenal di Jawa Tengah yang terlibat dalam perumusan Naskah Resolusi Jihad, 21-22 Oktober 1945 M.
1.2 Wafat
KH. Chabibullah Idris wafat pada hari Sabtu, 23 Desember 2017 M, pukul 02.30 WIB di Rumah Sakit Islam Wonosobo pada usia 81 tahun. Jenazah almarhum diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum Mainan diiringi ratusan pentakziah. Sebelum dimakamkan, jenazah dishalatkan di Masjid Al-Manshur Kauman yang diikuti oleh jamaah pengajian. Di antara petakziah ada beberapa tokoh yang hadir.
Bagi warga NU Wonosobo, wafatnya Mbah Chabib merupakan suatu duka yang mendalam, sebab selepas meninggalnya Mbah Muntaha, pada 29 Desember 2004, satu-satunya sandaran yang selalu mendampingi perjalanan dan dinamika NU Wonosobo adalah Mbah Chabib ini.
Para pengurus PCNU, baik syuriah maupun tanfidziyah beserta banomnya, menjadikan Mbah Chabib sebagai rujukan utama dalam menjalankan roda organisasi. Hal ini sangat dimungkinkan, sebab beliau merupakan sosok yang terlibat dalam perjalanan PCNU, dengan segala pahit getirnya, semenjak tahun 1962.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Mbah Chabib memulai pendidikannya dengan belajar ilmu agama kepada ayahnya, KH. Idris. Selain itu, karena ayahnya seorang pejuang, Mbah Chabib di masa kecilnya mendapatkan karakter pejuang dan cinta tanah air. Ketika menginjak usia remaja, beliau melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Krapyak diasuh oleh KH. R. Abdul Qadir Munawwir dan Bangilan.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Idris (ayah),
2. KH. R. Abdul Qadir Munawwir.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Kiprah di Nahdlatul Ulama
Seusai mendalami berbagai ilmu agama di pesantren, beliau pulang ke Wonosobo pada tahun 1962 M lantas terlibat aktif di Ansor dan juga NU. Dengan telaten, bersama KH. Muntaha Al-Hafiz, beliau menyambangi setiap pelosok desa di Wonosobo untuk memberikan penyadaran masyarakat tentang pentingnya menjadi NU dan menjadi Indonesia.
Berbekal dengan ilmu yang didapatkan di pesantren, maka setelah kembali ke Wonosobo, Mbah Chabib aktif dalam organisasi ba
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

