Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muammar Z.A
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muammar Z.A

lahir 1954 M · 93.201 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muammar Zainal Asyikin atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Muammar Z.A lahir pada tanggal 14 Juni 1954 di Dusun Pamulihan, Warungpring, Kecamatan Moga, kurang lebih 40 KM selatan ibu kota Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren

4.    Prestasi internasional
5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Muammar Zainal Asyikin atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Muammar Z.A lahir pada tanggal 14 Juni 1954 di Dusun Pamulihan, Warungpring, Kecamatan Moga, kurang lebih 40 KM selatan Ibu Kota Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.

H. Muammar Z.A., yang merupakan putra ketujuh dari sepuluh bersaudara (hanya sembilan yang mencapai dewasa), dilahirkan dari pasangan H. Zainal Asyikin dan Hj. Muminatul Afifah, keduanya adalah tokoh agama terkemuka di desa mereka. Adiknya yang bernama Imron Rosyadi ZA. juga mengikuti jejaknya dalam dunia qari nasional setelah meraih juara dalam MTQ.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Muammar Z.A menikah dengan Syarifah Nadiya, seorang gadis asal Aceh, pada tahun 1984. Buah dari pernikahannya, dikaruniai seorang putri dan empat putra, yakni Lia Farah Diza, Ahmad Syauqi Al-Banna, Husnul Adib Al Fasyi, Rayhan Al-Bazzy, Ammar Luaiyan Ad-Daany.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

KH. Muammar Z.A memulai pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Setelah mondok di Kaliwungu, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar di PGA di Yogyakarta dan beliau belajar juga di IAIN Sunan Kalijaga.

Akhirnya, beliau hijrah ke Jakarta melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ), Ciputat. Dari sinilah bakat qori beliau semakin dilatih. Sebab PTIQ merupakan tempat para juara MTQ berkumpul dan karena itu persaingan semakin ketat untuk menjadi yang terbaik. Beliau digembleng oleh guru-guru terbaik, baik dalam negeri maupun luar negeri, seperti dari Mesir.

2.1 Guru
KH. Muhammad Imron

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah 
3.1 Mendirikan Pesantren
Pada tahun 2002, KH. Muammar Z.A mendirikan Pesantren Ummul Quro yang berada di Cipondoh, Tangerang, sebagai tempat kaderisasi Qari dan Qari’ah muda berkelas internasional sejak dini.

4. Prestasi Qori Internasional
KH. Muammar Z.A. telah menorehkan prestasi gemilang dalam membaca ayat-ayat Al-Qur'an, yang meliputi perjalanan karier dari tingkat nasional hingga internasional:

Sejak usia dini, beliau menunjukkan bakat qiro'ah yang luar biasa dengan meraih juara dalam lomba membaca Al-Qur'an di Pemalang pada tahun 1962, saat berusia 7 tahun.

Setelah itu, KH. Muammar Z.A. terus mengukir prestasi di tingkat provinsi dan nasional, memenangkan Juara I MTQ Se-Provinsi DIY tahun 1967, serta menjuarai MTQ tingkat nasional sebanyak tiga kali berturut-turut (1967, 1972, 1973) mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta.

Prestasi internasionalnya tidak kalah gemilang, dengan meraih gelar juara dalam lomba qori' tingkat internasional pada

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+