Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Imron, Pengasuh Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Imron, Pengasuh Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal

lahir 1951 M · 23.343 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Setelah selesai melakukan belajar ilmu agama selama belasan tahun di beberapa pesantren, kemudian beliau diminta untuk membantu mengajar di Pondok Pesantren salaf APIK yang diasuh oleh ayahnya

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren

4.    Chart Silsilah Sanad
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muhammad Imron lahir pada tanggal 23 Rabi’ul Akhir 1370 H/31 Januari 1951 M di Pondok Pesantren Kaliwungu. Beliau merupakan putra kedua dari pasangan KH. Humaidulloh dengan Nyai Hj.Aisyah

1.3 Wafat
KH. Muhammad Imron wafat pada pertengahan bulan Maulid tepatnya tanggal 16 Rabi’ul awal 1424 H di usianya yang memasuki 52 tahun, di Kaliwungu.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Semasa kecil Kyai Muhammad Imron mendapatkan pendidikan agamanya langsung dari orang tuanya mulai belajar membaca Al-Qur’an hingga membaca kitab kuning, untuk pendidikan formal Kyai Muhammad Imron bersekolah di SR (sekolah rakyat) setara SD, setelah itu melanjutkan sekolah di Madrasah Islamiyah Mifathululum (MIM), menginjak remaja Kyai Muhammad Imron yang haus akan ilmu agama malanjutkan pendidikan ilmunya dengan menempa pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan mengaji kepada Mbah KH. Marzuqi Dahlan.

Ketika liburan tiba beliau tidak lantas pulang untuk melepas rindu kepada keluarganya selayaknya santri-santri pada umumnya, melainkan beliau mencari sanad ilmu keagamaan dipondok pesantren lain, tercatat beliau pernah pasaran di Pondok Pesantren Pati, Pondok di Banyuwangi, dan Pondok Pesantren Sidoarjo, Hal ini dilakukannya selama lima tahun, hingga akhirnya sang ibu memintanya untuk pulang.

2.2 Guru-Guru
1. KH. Humaidulloh (ayah),
2. KH. Marzuqi Dahlan,
3. ​KH. Baedlowie Sirodj.

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
Setelah selesai melakukan belajar ilmu agama selama belasan tahun di beberapa pesantren, kemudian beliau diminta untuk membantu mengajar di Pondok Pesantren Salaf APIK yang diasuh oleh ayahnya, selain itu KH. Muhammad Imron juga diminta oleh pamannya KH. Kholil untuk membantu mengajar di Pondok Pesantren Putri ARIS, dari sinilah KH. Muhammad Imron akhirnya menemukan pe

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+