KH. Achmad Muzakki Syah lahir pada Ahad tanggal 09 Agustus 1948 di desa Kedawung kecamatan Patrang kabupaten Jember. Beliau merupakan putra dari pasangan keluarga sakinah KH. Achmad Syah dengan Nyai Hj. Siti Fatimatuzzahra binti KH. Syadali.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Nasab
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
3.2 Jasa
4. Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1. Lahir
KH. Achmad Muzakki Syah lahir pada Ahad tanggal 09 Agustus 1948 di Desa Kedawung, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Beliau merupakan putra dari pasangan keluarga sakinah KH. Achmad Syah dengan Nyai Hj. Siti Fatimatuzzahra binti KH. Syadali.
Sebagai anak yang bertugas menjaga adiknya (bernama Moh. Mahsun), Gus Muzakki kecil secara alamiyah telah terdidik menjadi seorang pemimpin, paling tidak dalam mengayomi, sabar, mengalah dan menyayangi adiknya yang lebih kecil. Maka tidak heran bila dalam diri Gus Muzakki telah tertanam karakter kepemimpinan yang kelak dapat menjadi modal dasar untuk memimpin umat.
Sedikit cerita tentang ayahnya Gus Muzakki, yakni KH. Achmad Syah. Beliau diakui banyak orang sebagai salah seorang ulama yang wara’, tawadhu’, sangat alim, dan seorang ahli zuhud di zamannya. Beliau pernah nyantri dan berguru pada seorang Waliyullah, KH. Ali Wafa, di Pondok Pesantren “Al-Wafa” Tempurejo, Jember selama 23 tahun.
Kendati KH. Achmad Syah termasuk tokoh “warrosihuna fil ilmi”, namun beliau memilih mengubur eksistensi dirinya di dalam bumi “khumul” (ketidak terkenalan), konon semua kebesarannya sengaja dirahasiakan demi kemuliaan anak-anaknya kelak dii masa yang akan datang.
Menurut keterangan KH. Ainul Yaqin, ketika Nyai Hj. Siti Fatimatuzzahra hamil dua bulan (kelak, sang bayi dikasih nama Achmad Muzakki), KH. Achmad Syah tidak pernah telat menghatamkan Al-Qur’an seminggu sekali, menghatamkan kitab Nur Burhan (kitab Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani) tiap Subuh, dan khusus tiap malam Jum'at beliau menyembelih ayam untuk dzikiran manaqib bersama para tetangganya, padahal saat itu ekonominya sangat memprihatinkan.
Selang beberapa saat, KH. Achmad Syah bermimpi. Di dalam mimpinya itu, beliau seakan buang air kecil ketika hendak berwudhu, tapi tiba-tiba yang keluar bukan air kencing, melainkan seekor macan yang sangat besar. Konon mimpi tersebut terus terngiang dalam ingatan kesehariannya.
Ketika Gus Muzakki masih berumur satu tahun, konon ayah dan ibunya sering bermimpi yang aneh-aneh. Sebagaimana dituturkan oleh Drs. Cholili, M.Pdi, dalam Buku Mutiara di Tengah Samudra. Suatu hari, sekitar jam 02.00 dini hari, KH. Achmad Syah berteriak-teriak (ngelindur). Di dalam terikannya beliau berucap, "... muzakki, muzakki... turun, turun... nanti kamu jatuh, ada apa kamu di situ ..?" Saking kerasnya teriakan itu, banyak tetangga yang terbangun dan mendatangi KH. Achmad Syah. Setelah ditanya kenapa berteriak-teriak di waktu tengah malam, beliau menjawab bahwa dirinya telah melihat Gus Muzakki bertengger di langit keempat dan tidak mau turun. Konon, kata Gus Muzakki dalam mimpinya ayahnya itu, dia sedang membetulkan pintu gerbang para Waliyullah yang roboh.
1.2 Nasab
Penulisan silsil
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

