KH. Abdul Rozaq Shofawi Ulama Nahdlatul Ulama Solo Jawa Tengah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profi KH. Abdul Rozaq Shofawi
- Kelahiran
- Keluarga
- Pendidikan
- Mengasuh Pesantren
- Ajarkan Kedermawanan
- Peranan di Masyarakat
- Chart Silsilah Sanad
Kelahiran
KH. Abdul Rozaq Shofawi merupakan putra pertama dari pasangan KH. Ahmad Shofawi, seorang ulama yang juga saudagar batik terkenal di Solo, dengan Nyai. Siti Musyarofah, putri KH. Abdul Mannan, perintis Pondok Pesantren Al-Muayyad.
Sejak kecil beliau sudah ditinggal oleh Ibundanya ketika melahirkan anak ketiga yang kemudian meninggal sebulan setelah sang ibu wafat. Sejak itu saudara kandung Kiai Rozaq tinggal adik perempuannya, Siti Mariah, istri KH. Ma’mun Muhammad Mura’i, yang kini tinggal di Yogyakarta.
Meski putra saudagar, sejak kecil Abdul Rozaq memilih hidup prihatin. Ketika bersekolah di Yogyakarta, ia mencari bekal dengan bekerja serabutan. Di sela-sela waktu belajarnya, ia pernah menjadi tukang tambal ban di pinggiran jalan Kota Gudeg. Ia juga pernah bekerja di sebuah bengkel mobil sebagai tukang cat dan mekanik.
Tak mengherankan, pengetahuannya tentang dunia otomotif sangat dalam, bahkan di kalangan para kiai ia dikenal sebagai ahli mesin. Karena itu, di sela-sela mengasuh pesantren, suami Hj. Hindun Susilowati itu mempunyai hobi mengutak-atik mesin mobil. Itu sebabnya beberapa kiai sepuh ada yang minta tolong untuk memperbaiki mobil mereka.
Keluarga
KH. Abdul Rozaq Shofawi melepas masa lajangnya dengan menikahi Hj. Hindun Susilowati.
Pendidikan
KH. Abdul Rozaq Shofawi memulai pendidikannya dengan di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak yang diasuh oleh KH. Ali Ma’shum. Selain itu, beliau juga belajar kepada KH. Dr. Tholhah Manshur, pakar hukum tata negara Universitas Gajah Mada, dan KH. Masturi Barmawi, dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Sekitar tahun 1977-1980, beliau kemudian melanjutkan pendidikannya dengan belajar kepada KH. Hasan Asykari, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mbah Mangli, di sebuah desa kecil di lereng Gunung Merbabu
Selama belajar di sana, KH. Abdul Rozaq Shofawi dipercaya sebagai sopir pribadi sang guru, beliau sering diperintahkan mengantar Mbah Mangli keliling Jawa selama seminggu penuh. Ketika berkhidmah kepada ulama kharismatik tersebut, banyak pelajaran berharga yang didapatnya. “Ternyata Mbah Mangli benar-benar ulama yang dianugerahi kasyaf oleh Allah. Beliau weruh sak durunge winarah, (sudah tahu sebelum suatu peristiwa terjadi),” katanya.
Pernah suatu ketika Kiai Rozaq diminta mengikuti sang guru ke suatu tempat. Sebelum berangkat, Mbah Mangli minta muridnya itu menempuh rute memutar jalan – rute yang tidak biasa. Menganggap jarak yang akan ditempuh semakin jauh, Kiai Rozaq memberanikan diri mengusulkan rute yang biasa. Karena Mbah Mangli diam saja, ia pun menempuh jalur biasa yang lebih singkat.
Namun, di suatu tempat, perjalanan terpaksa terhenti karena jembatan yang harus mereka lewati baru saja ambrol. Menurut penduduk setempat, diperkirakan waktu ambrolnya jembatan bersamaan deng
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

