Kecemerlangan KH. Agus Sunyoto di Dunia Sastra dalam hal sejarah semakin terlihat dan banyak diakui oleh berbagai kalangan, baik dari kalangan pesantren maupun dari kalangan para pakar sejarah. Hal tersebut dibuktikan setelah buku karangan beliau yang berjudul “Atlas Wali Songo” menjadi buku nonfiksi terbaik 2014.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2 Kiprah di Nahdlatul Ulama
4. Karya-Karya
5. Karir-karir
6. Penghargaan
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Agus Sunyoto, M.Pd., adalah seorang penulis, sejarawan, dan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama yang lahir di Kota Surabaya pada tanggal 21 Agustus 1959 M. KH. Agus Sunyoto pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU. Salah satu karya fenomenalnya adalah Buku "Atlas Wali Songo" yang mengisahkan penyebaran agama Islam di Nusantara yang tokoh-tokohnya nyata atau tidak sekadar dongeng. Buku tersebut telah dinobatkan sebagai buku nonfiksi terbaik pada 2014.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Agus Sunyoto menikah dengan Nyai Nurbaidah Hanifah. Dari pernikahannya tersebut, beliau dikaruniai empat anak, yakni: Zulfikar Muhammad, Fahrotun Nisa Hayuningrat, Izzulfikri Muhammad, dan Dedy Rahmat.
1.3 Wafat
KH. Agus Sunyoto wafat di usia 62 tahun, pada hari Selasa, 27 April 2021 bertepatan tanggal 15 Ramadhan 1422 H pukul: 07.25 WIB.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Agus Sunyoto menyelesaikan jenjang pendidikannya dengan baik. Setamat SD, beliau melanjutkan SMP dan kemudian meneruskan di SMAN IX yang berada di lingkungan rumahnya, di Surabaya. Karena bercita-cita ingin menjadi seniman, selepas lulus dari Surabaya, beliau melanjutkan ke IKIP Surabaya masuk di Fakultas Keguruan Sastra dan Seni jurusan Seni Rupa. Studi di kuliahnya berhasil dilalui dengan baik dan lulus pada tahun 1985. Lalu, pada tahun 1986, beliau melanjutkan pendidikan ke Fakultas Pasca Sarjana IKIP Malang jurusan Pendidikan Luar Sekolah, lulus tahun 1989.
Selain belajar di pendidikan formal, KH. Agus Sunyoto juga belajar di beberapa pondok pesantren. Pada masa awal pendidikan agamanya, beliau belajar ilmu hikmah di Pesantren Nurul Haq, Surabaya yang diasuh oleh KH. M. Ghufron Arif.
Setelah selesai belajar di Pesantren Nurul Haq, beliau melanjutkan pendidikannya dengan belajar kepada KH. Ali Rochmat di Wedung, Demak, Jawa Tengah.
Pada tahun 1994, KH. Agus Sunyoto masuk Pesulukan Thariqah Agung (PETA), Kauman, Tulungagung di bawah asuhan KH. Abdul Jalil Mustaqim dan KH. Abdul Ghofur Mustaqim.
Kecemerlangan KH. Agus Sunyoto di Dunia Sastra dalam hal sejarah semakin terlihat dan banyak diakui oleh berbagai kalangan, baik dari kalangan pesantren maupun dari kalangan para pakar sejarah. Hal tersebut dibuktikan se
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

