Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Djalil Mustaqim
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Djalil Mustaqim

1943 – 2005 M · 22.687 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdul Djalil Mustaqim putra dari KH. Mustaqim Husain yang juga seorang mursyid dan seorang pejuang kemerdekaan

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1        Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1     Lahir
1.2     Wafat

2        Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1     Mengembara Menuntut Ilmu
2.2     Guru-Guru
2.3     Mengasuh Pesantren

3        Karier
4        Karomah
5        Referensi

1.   Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Abdul Djalil Mustaqim lahir di Tulungagung pada tanggal 20 Juni 1943, putra dari KH. Mustaqim Husain yang juga seorang mursyid dan seorang pejuang kemerdekaan. Sejak masa kanak-kanak, beliau belajar agama pada Ayahandanya sendiri.

1.2  Wafat
Kyai Abdul Djalil kembali ke hadirat Allah SWT sekitar pukul 01.30 dini hari, pada Jumat Wage 07 Januari 2005. Sebelum wafat, beliau mengalami sakit selama tujuh hari dan dirawat di Rumah Sakit ORPEHA, Tulungagung.

Kyai Abdul Djalil dimakamkan di dalam kawasan Pondok PETA Tulungagung bersama ayahandanya KH. Mustaqim bin Husain.

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1   Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil, KH. Abdul Djalil Mustaqim dididik langsung oleh kedua orang tuanya. Di samping itu, beliau juga belajar ilmu dasar-dasar agama seperti mengaji Al-Qur’an, Fiqih, Akhlak kepada KH. Ahmad Suja’i, seorang tokoh agama yang tidak jauh dari rumahnya serta bersekolah di SMDP Tulungagung.

Setelah lulus dari SMDP Tulungagung sekitar tahun 1958, pada akhir 1959 di usianya yang ke-16 tahunan, KH. Abdul Djalil Mustaqim memperdalam ilmu agama di Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri selama dua tahun di bawah asuhan KH. Achmad Djazuli Utsman, saat itu ia menempati di Komplek Darussalam atau komplek “D”.

Setelah belajar ilmu agama di Pondok Al-Falah Ploso Mojo Kediri selama dua tahun, tepatnya di tahun 1961, KH. Abdul Djalil Mustaqim pindah ke Pesantren Mojosari Nganjuk di bawah asuhan KH. Manshur yang mana ia merupakan pengganti KH. Zainuddin Mojosari yang terkenal menjadi wali agung.

Selain menjadi santri di Mojosari, KH. Abdul Djalil Mustaqim juga sempat nyambi kuliah di Jurusan Bahasa Arab IAIN Tulungagung. Namun tidak sampai tuntas karena hanya berlangsung selama dua tahun. Ketika itu, kakaknya, KH. Arif Mustaqim menjadi salah satu dekan di kampus tersebut.

2.2  Guru-guru
Guru-guru beliau saat menuntut ilmu, di antaranya:
1. KH. Mustaqim Husain
2. KH. Ahmad Suja’i
3. KH. Achmad Djazuli Utsman
4. KH. Manshur

2.3  Mengasuh Pesantren
Setelah wafatnya ayahnya, KH. Abdul Djalil Mustaqim mengambil alih kepemimpinan Pesantren PETA. Beliau memimpin pondok tersebut selama 35 tahun hingga wafat di usia 63 tahun. Selama masa kepemimpinannya, KH. Abdul Djalil Mustaqim memperkenalkan dan mengadakan Majelis Kliwonan, yang dilaksanakan pada malam Jumat Kliwon. Acara ini diadakan setiap selapanan (35 hari sekali) dan terdiri dari berbagai amaliyah seper

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+