KH. Manshoer Anwar Paculgowang adalah ulama NU
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
3.2 Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)
3.3 Melawan Penjajah
4. Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Manshoer Anwar lahir pada tanggal 20 Sya’ban 1325 H atau bertepatan pada tahun 1907 M, Di Dusun Paculgowang Diwek Jombang. Beliau merupakan putra keempat dari 12 bersaudara, dari pasangan KH. Anwar Alwi dengan Nyai H. Khodijah, dengan nama bayi Abdul Barr.
Saudara-saudara beliau diantaranya:
- Noer
- Mabrur
- Abdul Halim
- Abdul Barr
- Afifah
- As’ad / KH Mahfudz
- Azizah
- Rumanah
- Bariyyah / Robi’ah
- Amjad
- ‘Alie
- Abdullah
Sebagaimana lazimnya orang-orang yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang, Kyai Manshoer kecilpun sudah menampakan keistimewaan pada dirinya. Hingga pada hal-hal yang sebenarnya tidak diterima oleh akal secara wajar, dan hal itu pernah terjadi pada beliau ketika umur lima tahun.
Konon, beliau sedang bermain di bawah pohon kelapa di belakang rumah. Ketika beliau sedang asyik bermain, tiba-tiba sebuah kelapa jatuh dan menimpa kepalanya dari ketinggian kira-kira lima belas meter, tetapi anehnya beliau tidak terluka sedikitpun dikepala. Namun hanya tak sadarkan diri, dalam sekejap kemudian beliau pulih kembali seperti semula.
Padahal jelas peristiwa itu tidak masuk akal kalau kepala manusia ditimpa sebuah kelapa dengan ketinggian tersebut tidak mengalami luka sedikitpun. Kejadian aneh yang lain yang pernah terjadi pada beliau, ketika beliau terperosok ke dalam kubangan kapur gampimg yang dalam keadaan mendidih. Dan beliau tidak juga mengalami luka sedikitpun. Peristiwa ini jelaslah pertolongan Allah SWT, yang menghendaki pada salah seorang hambanya, yang akan menjadi panutan serta teladan bagi umat Islam dam masyarakat sekitarnya.
Demikian kejadian-kejadian yang aneh menimpa beliau di masa kecil, yang beliau lalui dengan tabah meski penuh penderitaan yang jarang dialami oleh anak-anak kecil waktu itu. Walau begitu beliau sangat tekun memperdalam ilmu pengetahuan dibawah asuhan ayahandanya. Hari demi hari yang beliau lalui semata untuk belajar dan patuh pada orang tua.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada saat KH. Manshoer pindah ke Pondok Pesantren Panji Sidoarjo. Sebenarnya pihak keluarga menghendaki akad pernikahan segera dilaksanakan. Tetapi keinginan ini oleh KH. Anwar ditolak secara halus dengan alasan KH. Manshoer belum pantas untuk naik ke jenjang palaminan, masih harus sabar menunggu waktu agar beliau tetap menerusakan pendidikanya di Pondok Pesantren Panji Sidoarjo. Akan tetapi alasan itu tidak membuat pihak Lirboyo hilang harapan, karena bagaimanapun rencana untuk melangsungkan pernikahan KH. Manshoer telah disetujui oleh kedua belah pihak.
Maka KH. Abdul Karim mengirim sebuah surat kapada adik KH. Ma
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

