KH. M. Abdul Aziz Manshur Ulama Nahdlatul Ulama Jombang Jawa Timur Ketua Majelis Syuro Partai
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Putra dan putri Beliau
3.2 Murid-Murid Beliau
4 Karier
4.1 Pengasuh Pesantren
4.2 Ketua Majelis Dewan Syuro Salah satu Partai Islam
1. Riwayat Hidup Dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. M. Abdul Aziz Manshur lahir pada tahun 1941 di Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in, Pacul Gowang, Diwek, Jombang. Beliau merupakan putra kelima dari sepuluh bersaudara, dari pasangan KH. Manshur Anwar dengan Nyai Hj. Salamah.
Dari garis keturunan ayahnya, beliau keturunan langsung dari pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in, Pacul Gowang, Diwek, Jombang. Sementara dari jalur ibu, merupakan keturunan dari KH. Abdul Karim Lirboyo.
1.2 Riwayat Keluarga
Di Lirboyo sendiri, KH. M. Abdul Aziz Manshur menghabiskan masa mudanya hingga menamatkan pendidikan di usia 21 tahun. Kemudian beliau melanjutkan pengabdiannya hingga usia 30 tahun. Di Lirboyo jugalah beliau akhirnya menikah dengan istri yang sangat dicintainya, Nyai Hj. Muslihah Marzuqi yang tak lain adalah adik dari sahabat dan saudaranya KH. Idris Marzuqi yang juga putri gurunya sendiri, yakni KH. Marzuqi Dahlan.
Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai tiga anak, yakni Hj. Asromah Al-Alawiyah Aziz, KH. Muhammad Shobih Al-Muayyad Aziz (Pengasuh Pesantren Tarbiyatun Nasyiin) dan Hj. Humairo Al-Muyassaroh Aziz.
1.3 Wafat
KH. M. Abdul Aziz Manshur wafat pada dini hari sekitar pukul 00.10 WIB 8 Desember 2015, di Rumah Sakit Graha Amerta Dr. Soetomo, Surabaya. Beliau meninggal dunia pada usia 71, karena sakit. Jenazah beliau dimakamkan di Pemakaman Keluarga Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Pacul Gowang, Jombang.
2. Sanad Ilmu Dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak usia dini KH. M. Abdul Aziz Manshur mulai dididik oleh kedua orang tuanya. Pada usia 4 tahun beliau dididik mengenal fasolatan, thoharoh, dan menghafal juz Amma langsung oleh Ibunya.
Memasuki usia 6 tahun, beliau mulai ikut sekolah, kemudian dilanjutkan dengan belajar Al-Qur’an. Dalam mengkaji Al-Qur’an, hanya butuh waktu 1 tahun bagi beliau untuk mengkhatamkan Al-Qur’an, dan mengadakan tasyakuran.
Memasuki usia 7 tahun, KH. Abdul Aziz Manshur mulai masuk Sekolah Rakyat (SR) yang kedudukannya setingkat dengan Sekolah Dasar (sekarang) berada di Desa Bandung. Saat kelas satu beliau diajar oleh seorang guru bernama Suroto, dengan tetap mempelajari Al-Qur’an dan Kitab
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

