Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Hisyam Abdul Karim, Pendiri Pesantren Roudlotus Sholihin Purbalingga
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Hisyam Abdul Karim, Pendiri Pesantren Roudlotus Sholihin Purbalingga

1909 – 1989 M · 22.230 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Hisyam Abdul Karim Purbalingga lahir pada tanggal 08 Agustus 1909, di Purbalingga, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari Abdul Kariem, seorang Kepala Dusun Sukawarah di Desa Kalijaran.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren
3.2  Masa Penjajahan
3.3  Kiprah di Nahdlatul Ulama

4.    Karya-Karya
5.    Chart Silsilah Sanad
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Hisyam Abdul Karim lahir pada tanggal 8 Agustus 1909 M di Purbalingga, Jawa Tengah. Beliau merupakan putra dari bapak Abdul Karim, seorang Kepala Dusun Sukawarah di Desa Kalijaran.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Hisyam Abdul Karim menikah dengan Nyai Rumiyah, seorang putri dari Carik Desa Kalijaran pada tahun 1927 M.

1.3 Wafat
KH. Hisyam Abdul Karim wafat pada hari Kamis Kliwon, 4 Jumadil Akhir 1410 H/12 Januari 1989 M.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. Hisyam Abdul Karim memulai pendidikan formalnya, hanya sampai di Sekolah Dasar (SD). Tetapi, beliau sangat rajin mengaji kepada ustadz di kampungnya.

Guru ngaji pertama beliau adalah ayahandanya sendiri, yakni Kyai Abdul Karim, seorang Kepala Dusun yang juga guru kesenian Rodat khas Purbalingga. Dari ayahandanya, lalu petualangan keilmuan Kyai Hisyam berlanjut, dari satu pondok ke pondok lain, di sekitar Banyumasan. Semakin banyak belajar, Kyai Hisyam justru merasa ternyata masih banyak ilmu yang belum dipelajarinya.

Kesadaran itu jadi penguat beliau untuk pergi dari Purbalingga menuju Jampes, sebuah dusun di Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Di sana beliau nyantri kepada KH. Dahlan, seorang ulama, wali yang dikaruniai ilmu laduni dan juga nyantri kepada KH. Ikhsan. Diasuh dua ulama terkemuka di Pondok Pesantren Jampes selama delapan tahun itu, keilmuan Kyai Hisyam semakin dalam terutama di bidang ilmu falak atau astronomi.

Masih merasa belum puas, Kyai Hisyam kemudian melanjutkan ngaji ke pondok lain. Dari Jampes di Kediri, beliau menuju Cirebon untuk nyantri di Pondok Pesantren Buntet. Di sana beliau mendalami Ilmu Qiroatul Qur'an kepada KH. Yusuf. Selesai dari Pondok Pesantren Buntet, Kyai Hisyam melanjutkan pengembaraannya untuk memperdalam Al-Qur'an kepada KH. Nuh Pager Aji Cilongok. Setelah itu beliau mendalami Thariqah kepada KH. Rifa'i, Sokaraja.

2.2 Guru-Guru

  1. KH. Abdul Karim (ayah),
  2. KH. Dahlan Jampes,
  3. Syekh Ihsan Al-Jampesi
  4. KH. Yusuf Buntet,
  5. KH. Muhammad Nuh Al-Hafiz (Mbah Nuh Pageraji)
  6. KH. Rifa'i, Sokaraja.

3. Perja

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+