Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Madiyani Iskandar, Pendiri Pesantren Terpadu Raudhatul Mustariyah, Pasuruan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Madiyani Iskandar, Pendiri Pesantren Terpadu Raudhatul Mustariyah, Pasuruan

lahir 1949 M · 9.147 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Madiyani Iskandar adalah pendiri Jamiyah Istighotsah di Gadingrejo, pelopor Khataman Bin-Nazhar di Wilayah Gadingrejo (bersama dengan Ustadz Najib (alm) dan Ustadz Salim (alm), dan penasihat ISHARI Ranting Gadingrejo.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mengabdikan ke Masyarakat
3.2  Mendirikan Pesantren
3.3  Mendirikan Jamiyah Istighosah
3.4  Kiprah di Nahdlatul Ulama

4.    Karir
5.    Bait Syai'ir Kehidupan
6.    Chart Silsilah Sanad
7.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Madiyani Iskandar lahir pada tanggal 28 Desember 1949 M, beliau merupakan putra dari pasangan Bapak Iskandar dan Ibu Painah, dan cucu dari Mbah Mustari.

1.2 Keluarga
KH. Madiyani Iskandar menikah dengan Ibu Nyai Hj. Suaibah Asy-Syaibani Al-Idrisi Al-Hasani. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai lima putra-putri, yakni:
1. Dr. KH. Moch. Syarif Hidayatullah, L.C, M.Hum, CDai,
2. Ning Ummu Salamaturrohmah, S.Pd.
3. Kholilur Rokhman, S.Psi, M.M., CDai,
4. Shochibul Hujjah, S.Sos, M.Ikom.
5. Fathira Nadia Makka, S.Pd, M.Pd.

1.3 Wafat
KH. Madiyani Iskandar wafat pada hari Jum’at 4 Syawal 1424 H/28 November 2003 M.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
KH. Madiyani Iskandar memulai pendidikannya dengan belajar di Sekolah Rakyat (1962) dan di Mushala Kyai Zakariya Gading pada sore hari. Setelah selesai, beliau melanjutkan pendidikkannya dengan belajar di Pondok Pesantren Sidogiri (1969).

Setelah di Sidogiri, beliau melanjutkan di Pondok Pesantren Al-Hidayah Lasem pada KH. Maksum Lasem dan KH. Mansur Kholil Lasem (1969-1975 M). Sepulangnya dari Lasem, beliau melanjutkan belajar ke KH. Ghofur di Pondok Al-Ghofuri Bugul Kidul.

Selain pendidikan nonformal, beliau juga menempuh pendidikan formal, yang antara lain diselesaikan di MTs Darumafatihil Ulum Podokaton Bayeman Gondangwetan (1984), MA Darumafatihil Ulum Podokaton Bayeman Gondangwetan (1987), dan Universitas Islam Pasuruan (1986-1990).

2.2 Guru-Guru
1. Kyai Zakariya Gading,
2. KH. Maksum Lasem,
3. KH. Mansur Kholil Lasem,
4. KH. Ghofur di Pondok Al-Ghofuri Bugul Kidul,

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah

3.1 Mengabdikan ke Masyarakat
Pengabdian KH. Madiyani Iskandar di masyarakat diwujudkan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Berbagai majelis taklim yang beliau asuh, seperti pen

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+