KH Ngali Hasyim adalah kiai kharismatik asal Lampung Tengah, Mursyid Thariqah An-Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah di Provinsi Lampung. Beliau adalah pendiri pondok pesantren Baitul Mustaqim, Punggur Lampung Tengah Lampung.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ngali Hasyim lahir pada hari Sabtu Wage 5 Oktober 1901, di Desa Kelutan, Kecamatan Ngrongkot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Beliau merupakan putra pertama dari lima bersaudara, dari pasangan Mbah Hasyim dan Siti Khofiyah.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Ngali Hasyim menikah dengan Nyai Siti Khalimah. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai 6 anak di antaranya: Siti Komariyah, Siti Mutamimmah, Khoiriyah, Haris, Maslikhatun, dan Mbah Was.
1.3 Wafat
KH. Ngali Hasyim wafat pada tanggal 14 Februari 2010.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
KH. Ngali Hasyim pertama kali menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Tremas. Di situ beliau banyak dipercaya menangani berbagai urusan. Ketika pulang kampung, tak lama kemudian, beliau membina rumah tangga dengan menikahi seorang wanita bernama Siti Khalimah.
Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya, beliau berjualan bumbu dapur yang dibawa dari desanya untuk dijual ke Kota Surabaya. Perjalanan menuju Surabaya dengan melalui Sungai Brantas. Perjalanan melewati sungai ini biasanya ditempuh selama tiga hari tiga malam, bahkan bisa lebih, dengan menggunakan perahu rakit bambu yang dihanyutkan.
2.1 Guru-Guru
1. KH. Dimyathi Tremas
2. KH. Umar Sofyan Mbaran Kediri
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
KH Ngali Hasyim adalah kyai kharismatik asal Lampung Tengah, Mursyid Thariqah An-Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah di Lampung. Beliau adalah pendiri Pondok Pesantren Baitul Mustaqim, Punggur Lampung Tengah Lampung.
KH. Ngali Hasyim hijrah ke Lampung sekitar tahun 1955, daerah yang pertama kali dituju adalah Desa Banjarsari Metro. Setahun kemudian beliau berpindah ke Sido Rahayu Punggur. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, beliau membuat usaha home industri yakni pembuatan tempe.
Pada masa G 30S PKI, suasana yang sangat amat mencekam membuat masyarakat sangat membutuhkan perlindungan para alim ulama, salah satunya KH. Ngali Hasyim. Saat itu, ia cukup aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Bahkan, beliau pernah ditangkap aparat saat memimpin pembacaan Shalawat Nariyah.
Setelah peristiwa itu beliau kembali ke pulau Jawa untuk mencari bekal di Pondok Pesantren Mbaran. Saat itu Pondok Pesantren Mbaran diasuh oleh KH. Umar Sofyan. Niat awal yang hanya 10 hari menjadi 40 hari. Beliau diminta KH. Umar Sofyan untuk memperdalam ilmu thariqoh hingga diangkat sebagai Mursyid. Setelah selesai, beliau kembali ke Lampung. Saat itu kegiatan pesantren dipimpin oleh KH. Abdillah. Setelah wafat, KH. Ngali Hasyim menggantikan posisi beliau sekitar tahun 1970-an.
4. Referensi
Diolah dan dikembangkan dari sumber: https://www.baitulmustaqim.com/2019/01/riwayat-kh-ngali-hasyim-al-punggur.html?m=1
Artikel sebelumnya diedit tanggal 05
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

