Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Kholiq Afandi, Pendiri Pesantren Nurus Siroj Tritunggal, Lamongan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Kholiq Afandi, Pendiri Pesantren Nurus Siroj Tritunggal, Lamongan

1937 – 2004 M · 14.907 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdul Kholiq Afandi termasuk seorang yang mempunyai kecintaan yang sangat dalam kepada tanah kelahiranya, seorang tokoh masyarakat yang mengabdikan hidupanya untuk desa tempat kelahirannya. Banyak kemajuan-kemajuan Desa Tritunggal berkat langkah-langkah strategisnya. 

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren
3.2  Mendirikan Usaha Mandiri
3.3  Kiprah di Nahdlatul Ulama

4.    Teladan
5.    Penghargaan
6.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Abdul Kholiq Afandi lahir pada hari Jumat Legi 18 Syawal 1355 H/1 Januari 1937 M di Desa Tritunggal, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Beliau merupakan putra ketiga dari 11 bersaudara, dari pasangan KH. Nur Salim dengan Nyai Kasiyat putri H. Siroj atau Kamso. Saudara-saudara beliau di antaranya, Ghozi (meninggal waktu kecil), Ashari (meninggal waktu kecil), Abdul Kholiq, Abdul Wahid (meninggal waktu kecil), Hasyim Bisyri, Hasan Bisyri, Siti Aminah, Masda'i, Ni'mah, Muhsin, Abdullah Munif. Di saat KH. Abdul Kholiq lahir ayahadanya sedang mengikuti pengajian KH. Hasyim Asy'ari.

1.2 Keluarga
KH. Abdul Kholiq menikah dengan Nyai Siti Masruroh, seorang gadis dari Desa Mulyo Agung Singgahan Tuban.

1.3 Wafat
KH. Abdul Kholiq Afandi wafat pada hari Kamis Legi 5 Safar 1425 H/25 Maret 2004 M ba'da Ashar. Beliau meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Nasrul Ummah Lamongan. Jenazah beliau dimakamkan setelah Shalat Jumat di sebelah timur Pondok Putra Nurus Siroj. Hingga kini masih sangat banyak masyarakat dari berbagai kalangan berdatangan untuk ziarah dan memberikan penghormatan kepadanya.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Putra KH. Nur Salim bernama KH. Abdul Kholiq Afandi ini memang sudah kelihatan memiliki keunggulan sejak usia remaja. Seperti ketekunan, kerja keras, kepemimpinan dan kemauan yang keras untuk mencapai cita-cita. Kyai Abdul Kholiq meninggalkan rumah untuk menimba ilmu pada awal tahun 1950-an,  berangkat menuju rumah KH. Abdul Hadi Zahid, saat itu menjadi Pengasuh Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur.

Belum puas dengan keilmuan yang telah dimiliki, pada tahun 1954 beliau melanjutkan pendidikan agamanya kepada Syekh Masduqi Lasem Rembang, Jawa tengah. Di pesantren asuhan KH. Masduqi inilah beliau mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman, yang di kemudian hari sangat mempengaruhi kehidupan Kyai Abdul Kholiq, juga berhasil menguasai dengan baik kitab-kitab besar seperti Jamul Jawami, Uqudul Juman, Asybah Wan Nadloir, Fathul Wahhab, dan Ad-Dasuqi.

"Dalam menambah pengetahuan dan pengalama

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+