Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Ajengan Nuh Ad-Dawami
✓ Terverifikasi Tim Riset

Ajengan Nuh Ad-Dawami

1946 – 2005 M · 7.596 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Ajengan Nuh Ad-Dawami adalah ulama NU.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Ajengan Nuh Ad-Dawami

  1. Kelahiran
  2. Pendidikan
  3. Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)
  4. Karya-Karya
  5. Chart Silsilah Sanad

Kelahiran

Ajengan Nuh Ad-Dawami lahir tahun 1946, di Garut, Jawa Barat.

Pendidikan

Sejak usia 12 tahun, Ajengan Nuh nyantri ke berbagai pesantren; mulai Pesantren Kubang, Munjul, Al-Huda (Garut), Cikalama (Sumedang), Sadang (Garut), Cibeureum (Tasikmalaya). Di antara pesantren-pesantren itu, ia nyantri paling lama di Al-Huda, dibawah bimbingan Ajengan KH Syirojuddin. Sebelum mukim (1968), ia kembali nyantri di pesantren tersebut.

Peranan di Nahdlatul Ulama

Ajengan Nuh tinggal di Cisurupan, sekitar 35 km dari pusat kota Garut. Ia aktif di NU mulai dari bawah, dari tingkat Ranting. Kemudian MWCNU sampai di tingkat kabupaten. Dan kini, ia menjadi salah seorang Musytasar PWNU Jabar.  Dalam ber-NU, menurut dia, kekompakan antara syuriyah dan tanfidziyah ibarat suami dan istri. Syuriyah bagaikan suami dan tanfidziyah seperti isteri. Keduanya adalah orang tua bagi warga NU. Tentunya harus akur dan memberikan contoh dengan perilaku yang akhlakul karimah bagi anak-anaknya agar mereka bertindak baik dan saleh.

Sementara hubungan NU dan pesantren, menurut dia, harus saling menjaga laksana hutan dan macan. Hutan akan jadi sasaran empuk pembalakan liar bila ditinggalkan macan. Sebaliknya, bila macan meninggalkan hutan, paling banter nasibnya hanya menjadi penghuni kebun binatang. 

Untuk pesantren, Ajengan Nuh menekankan soal kaderisasi pelanjut. Para pelanjutnya sedari awal harus dipelihara pikiran dan hatinya. Harus seimbang. Jangan sampai pesantren hanya mengedepankan tasawuf, karena itu akan tertipu. Jangan pula melulu fiqih, karena itu akan menipu.  Sementara NU, sebagai organisasi yang mepertahankan dan memperjuangakan Alussunah wal Jamaah, yang paling esensi dipegang adalah sikap “at-tawasuth”, yakni tengah-tengah. Orangnya disebut “mutawasith”, penengah. Seorang mutawasith, wajib kiranya menyimpan enam prinsip ini, ar-ri’ayah (kepemimpinan), dzulhimmatil’aliyah (idealistis), al-mujahadah (patriotis), riyadlotunnafsi (melatih jiwa dengan latihan), al-akhlakul karimah (akhlah luhur), hubbul’isyatil akhiroh (lebih mencintai kehidupan akhirat).

Sosok Penceramah

Sejak aktif di PCNU Garut awal tahun 1990an, ia kerap ceramah ke MWC-MWCNU. Tapi kemudian mulai tahun 1998, hal itu menjadi kegiatan rutin bulanan. Kini berarti 17 tahun sudah sang Ajengan Nuh melakukannya. 

“Harita mah ka Garut Selatan teh di 3 titik. Bungbulang, Cisompet, Singajaya (waktu itu, ke Garut Selatan berceramah di tiga tempat. Bungbulang, Cisompet, dan Singajaya),” katanya kepada NU Online beberapa waktu lalu. Pengajian di tiga titik tersebut dihadiri para ajengan NU dari kecamatan sekitar. Tempatnya biasanya di masjid atau di pesantren.

Pengjian ke Cisompet kemudian berhenti setelah salah seorang tokoh penggerak pengajian, Ajengan Anwar, meninggal dunia tahun 2005. Sementara di Singajaya berhenti di tahun 2010 karena jalanan hancur berat. Sampai sekarang belum ada perbaikan. Sementara ke Bungbulang masih berlanjut karena panitia masih aktif dan jalanan masih bisa ditempuh. 

Menurut penilaian Ajengan Nuh, orang Garut selatan tetap memintanya berceramah bukan karena ia dianggap ajengan kharismatik. Tapi lebih karena dia tidak menyalahkan dan mencaci pihak lain. Di Masjid Besar Bungbulang, misalnya, ia dijadikan penceramah penyeimbang. Sebab di situ berkembang pesat pemahaman agama berhaluan keras. Orang Bungbulang menyeb

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+