Sambil bertugas di Kodim, Kyai Shodiq menempuh kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jember, dan lulus tahun 1964. Pada tahun itu juga, NU Jember menggelar konferensi, yang salah satu rekomendasinya adalah mendirikan perguruan tinggi, dengan nama Institut Agama Islam Djember (IAID).
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Lembaga Pendidikan
3.2 Mendirikan Pesantren
3.3 Kiprah di Nahdlatul Ulama
3.4 Masa Penjajahan
4. Chart Silsilah Sanad
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Shodiq Mahmud lahir pada 3 Maret 1925 di lingkungan Pesantren Sabilut Thoyyibah, Bugur Lor, Pasuruan. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Mahmud Shiddiq dan Nyai Hj. Jauharoh Makmunah.
1.2 Keluarga
KH. Shodiq Mahmud menikah dengan Nyai Elok Mu’awanah, pada tahun 1948 M. dari pernikahannya, beliau dikarunia 6 anak.
Ayah Kyai Shodiq adalah saudara lain ibu dari KH. Ahmad Shidiq, tokoh nasional NU. Beberapa tahun kemudian, Kyai Shodiq kecil pindah ke Jember karena ikut ayahnya sebagai penghulu agama.
1.3 Wafat
KH. Shodiq wafat pada 4 April 1998. Jenazah beliau dimakamkan di pemakaman umum Cukil Gebang, bersebelahan dengan istrinya.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Shodiq Mahmud memulai pendidikannya dengan belajar di Pesantren Talangsari asuhan KH. Mahfudz Shiddiq. Saat umur sekitar 10 tahun, Kyai Shodiq kecil dikirim ke Pesantren Tebuireng yang diasuh KH. Hasyim Asy’ari. Setelah cukup lama di pesantren tersebut, Kyai Shodiq pulang ke Jember.
2. Guru-Guru
1. KH. Mahfudz Shiddiq, Pesantren Talangsari,
2. KH. Hasyim Asy’ari, Pesantren Tebuireng.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Lembaga Pendidikan
Sambil bertugas di Kodim, Kyai Shodiq menempuh kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jember, dan lulus tahun 1964. Pada tahun itu juga, NU Jember menggelar konferensi, yang salah satu rekomendasinya adalah mendirikan perguruan tinggi, dengan nama Institut Agama Islam Djember (IAID).
Setahun kemudian, IAID resmi berdiri, dan KH. Shodiq ditunjuk sebagai dekannya. IAID kemudian dinegerikan menjadi Fakultas Tarbiyah, dan sekian tahun kemudian diresmikan menjadi IAIN Sunan Ampel oleh Menteri Agama RI, Prof. KH. Sai
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

