KH. Muhammad Syukri Unus Ulama Martapura Banjarmasin Kalimantan Selatan
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
3 Penerus Beliau
3.1 Putera-putera Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Karya
4.1 Karya-karya Beliau
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhammad Syukri Unus di lahirkan pada hari senin tanggal 05 Oktober 1948 M bertepatan dengan 1 Zulhijjah 1367 H di desa bernama Harus,
Sungai Malang, Amuntai Tengah (HSU) dari bapak yang bernama Unus bin Ali bin Abd Rasyid dan ibu yang bernama Hj. Mascinta bin Sa‟ad bin Abd Rasyid. Beliau di lahirkan di kalangan keluarga yang taat beragama, sehingga sejak kecil beliau sudah di didik secara agamis dan mencintai kepada ilmu pengetahuan agama, dan mencintai Ulama.
Karena kecintaan orang tuanya (Unus) kepada ulama maka KH. Muhammad Syukri Unus selalu di bawa oleh bapaknya untuk berkenalan dan bersilaturrahmi dengan ulama sehingga pada suatu ketika ada di antara ulama yang mengatakan kepada orang tuanya, anak ini kelak akan menjadi orang yang bermanfaat dan dikemudian hari berkat kecintaan orang tuanya kepada para ulama, dan do‟a ibunya yang mendambakan anaknya menjadi ulama dan anak yang shaleh serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara.
Akhirnya anak yang tercinta inipun lahir sebagai ulama seperti yang dikenal saat ini. Berlakulah sabda Nabi SAW : yang artinya “Seseorang atas siapa yang ia cintai” siapa yang mencintai ulama pastilah anaknya atau cucunya kelak dijadikan Allah SWT menjadi ulama.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. M. Syukeri Unus menikahi Hj. Ramlah sepupu dari Tuan Guru KH. M. Zaini Ghani putri dari pasangan H. Asy'ari dan Hj. Siti Zaleha(saudara Kandung Ayah Guru Ijai red). Pernikahan tersebut berlangsung di rumah mertuanya di Gg. Kurnia Pasayangan Martapura dihadiri pula oleh KH. Badruddin dan KH. M. Zaini Ghani.
Setelah menikah beliau pindah ke rumah mertuanya. Bersama istrinya beliau dikaruniai tiga anak yaitu M. Noor, Habibah, dan Laila Badriyyah, beliau menghidupi keluarganya dari hasil sewa asrama milik saudaranya dan penjualan kitab kitab karangannya yang banyak dijadikan panduan berbagai pesantren di Kalsel.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Beliau belajar di SD (1954 1960) dan SMP (1960 1963). Sejak kecil beliau belajar membaca Al-Qur'an kepada Pamannya sendiri yaitu M. Qadri bin Ali bin Abdurrasyid. Beliau juga belajar Ilmu Tauhid kepada Tuan Guru H. M. Mansyur, serta selalu membaca kitab-kitab Agama Islam secara otodidak dengan langsung menghapalkannya.Wafatnya sang ayah Unus merupakan pengalaman spiritual yang tak terlupaka
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

