Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Tuan Guru KH. Ahmad Bakeri, Pendiri Pesantren Al-Mursyidul Amin Gambut
✓ Terverifikasi Tim Riset

Tuan Guru KH. Ahmad Bakeri, Pendiri Pesantren Al-Mursyidul Amin Gambut

1958 – 2013 M · 49.612 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Tidak lama setelah menyelesaikan Pendidikan di Ponpes Darussalam, beliau mempersunting gadis Gambut. Dan di tempat inilah beliau kemudian mendirikan Pondok Pesantren Al-Mursyidul Amin.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Pesantren

4.    Chart Silsilah Sanad
5.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Ahmad Bakeri, atau yang akrab disapa Guru Bakeri, lahir pada tanggal 20 Agustus 1958 M, di Desa Manarap Bitin, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Beliau merupakan anak keempat dari enam bersaudara, dari pasangan H. Imanuddin dan Hj. Sapura. Nama Ahmad Bakeri, merupakan nama yang diberikan atau dipilihkan oleh seorang ulama besar di kampungnya bernama Tuan Guru H. Makmur.

Beliau merupakan seorang ulama besar Kalimantan Selatan, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mursyidul Amin Gambut Kabupaten Banjar dan seorang da’i kondang yang dikenal tidak hanya lingkup Kalimantan Selatan, namun juga regional Kalimantan, bahkan luar Pulau Kalimantan. Beliau juga dikenal sebagai tokoh organisasi seperti NU dan PKB.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1985, diusianya yang ke-26 tahun, KH. Ahmad Bakeri menikah dengan Nyai Hj. Siti Rukayah binti H. Husin Abdullah. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai 5 orang anak, yakni H. M. Rasyid Ridha, Hj. Siti Zhafirah, Muhammad Samman, Hasan Al Munawwar, dan Muhammad Syauqan Rabbani.

1.3 Wafat
KH. Ahmad Bakeri wafat pada hari Jumat, 1 Februari 2013/20 Rabiul Awal 1434 H sekitar pukul 21.30 WITA di Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin dalam usia 54 tahun 5 bulan. Jenazah beliau dimakamkan keesokan harinya di Pemakaman Kompleks Pondok Pesantren Al-Mursyidul Amin Gambut, Kabupaten Banjar. Puluhan ribu orang menshalatkan dan menghadiri pemakamannya.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Tahun 1967 ketika berusia sekitar 7 tahun, KH. Ahmad Bakeri masuk sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Shalatiyah di Desa Bitin. Sebuah sekolah agama swasta satu-satunya yang ada di desa itu, dan menamatkan sekolah tingkat Tsanawiyah di sekolah yang sama tahun 1976. Keteguhan, kedisiplinan, kerajinan, dan keuletannya dalam menuntut ilmu, menjadikan Kyai Ahmad Bakeri selalu menjadi juara kelas.

Di sini beliau berguru kepada beberapa ulama setempat seperti KH. Muhammad Ramli, KH. Muhammad Arsyad, KH. Mansunia, Tuan Guru H. Amir Haji, Tuan Guru H. Darsi, dan lain-lain. Selain berguru secara formal di sekolah, beliau ikut hadir di Majelis Ta’lim Guru KH. Asmuni Danau Panggang (Guru Danau) serta belajar ilmu nahwu dan shorof kepada Tuan Guru H. Zainuddin.

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+