Beliau adalah Nasiruddin Yusuf bin Isma`il al-Nabhani, keturunan Bani Nabhan, salah satu suku Arab Badui yang tinggal di Desa Ijzim, sebuah desa di bagian utara Palestina, daerah hukum kota Haifa yang termasuk wilayah Akka, Beirut
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Syeikh Yusuf Ismail Anabhani
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2 Guru Beliau
4. Teladan
4.1 Sosok yang Selalu Mengisi Waktunya dengan Ibadah
6. Karya Beliau
7. Referensi
Laduni.ID, Jakarta – Beliau adalah Nasiruddin Yusuf bin Isma`il al-Nabhani, keturunan Bani Nabhan, salah satu suku Arab Badui yang tinggal di Desa Ijzim, sebuah desa di bagian utara Palestina, daerah hukum kota Haifa yang termasuk wilayah Akka, Beirut.
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Beliau Syeikh Yusuf Ismail Anabhani lahir pada 1265 H (1849 M) dan dibesarkan di Ijzim.
1.2 Wafat
Beliau wafat Syeikh Yusuf Ismail Anabhani Wafat pada bulan Ramadhan tahun 1350 H (1932 M). . Beliau dimakamkan di Pemakaman Basyura, di dekat distrik Bastha di Beirut, Libanon.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Perjalanan Menuntut Ilmu
Yusuf bin Ismail Annabhani kecil menghafal Al Qur’an dengan berguru kepada ayahnya sendiri, Ismail bin Yusuf, seorang syaikh berusia 80 tahun yang hafidz serta selalu mengkhatamkan Alquran setiap tiga hari sekali.
Selesai mengkhatamkan hafalan Al-quran, Yusuf disekolahkan orang tuanya ke Al Azhar, dan mulai bergabung pada Sabtu awal Muharram 1283 H (1866 M). Ia tekun belajar dan menggali ilmu dengan baik dari imam-imam besar dan ulama-ulama umat yang kritis dan ahli ilmu syariah dan bahasa Arab dari empat imam mazhab.
Wirid beliau adalah membaca Al Qur-an setiap tiga hari sekali beliau khatam ,malah kemudian seminggu bisa khatam tiga kali. Disamping itu juga beliau berdzikir, mengajar ilmu, mengarang kitab-kitab yang banyak dan 'ibadah-'ibadah lain. Beliau ahli membaca solawat dan mahabbah Rasulullah Saw. Ini terbukti dengan kitab-kitab karangannya yang banyak mengenai membaca solawat dan syair-syair yang berisi pujian beliau kepada Nabi Muhammad saw.
Ia sangat tekun berikhtiar dan meminta bimbingan kepada orang-orang berilmu tinggi yang menguasai dalil aqli dan naqli, sehingga ia dapat mereguk samudra ilmu mereka dan mengikuti metode keilmuan mereka. Hal ini berlangsung sampai bulan Rajab 1289 H (1872 M). Kemudian ia mulai berkelana meninggalkan Mesir untuk ikut serta menyebarkan ilmu dan mengabdi kepada Islam, agar bermanfaat bagi kaum muslimin dan meninggikan mercusuar agama.
2.2 Guru Beliau
Yusuf bin Ismail Annabhani berguru kepada banyak ulama. Berikut ini adalah daftar guru-gurunya:
- Syaikh Muhammad ad-Damanhuri
- Syaikh Abu al-Ma’ali as-Saqa
- Syaikh Muhammad al-Imbabi
- Syaikh Yusuf al-Barqawi al-Hanbali
- Syaikh Abdul Qadir al-Rafi'
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

