KH. Muhammad Ridwan Sururi Ulama Nahdlatul Ulama Banyumas Jawa Tengah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Murid-murid Beliau
4 Karier
4.1 Karier Beliau
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH Muhammad Ridwan Sururi, demikian nama lengkap ulama karismatik yang juga pengasuh Pondok Pesantren An Nur Kedunglemah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Sosok humoris kelahiran 13 Desember 1943
1.2 Wafat
KH. Muhammad Ridwan Sururi wafat 13 Juni 2021 dalam usianya yang ke 78 tahun.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Sebelum mengasuh pesantren, KH. Muhammad Ridwan Sururi menimba ilmu di berbagai daerah. Beliau pernah nyantri di pesantren Buntet Cirebon antara tahun 1956-1963 dan pesantren Al Anwar Sarang Rembang tahun 1963-1967. Guru-guru beliau selama di Buntet Cirebon antara lain KH. Akyas, KH. Abdul Djamil, KH. Murtadlo Said. Selepas dari Buntet, Kiai Sururi muda meneruskan ngangsu kawruh di Sarang Rembang. Di sana beliau berguru kepada KH. Zubair Dahlan, KH. Abdurrochiem, KH. Djalil, dan ulama lainnya.
2.2 Guru-Guru Beliau
- KH. Akyas
- KH. Abdul Djamil
- KH. Murtadlo Said
- KH. Zubair Dahlan
- KH. Abdurrochiem
- KH. Djalil
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
Awal tahun 1971, KH. Muhammad Ridwan Sururi bersama dengan masyarakat setempat mendirikan sebuah masjid berukuran 10x15 meter persegi di Grumbul Kedunglemah. Masjid yang merupakan sentra aktvitas pesantren itu kini telah mengalami renovasi. Bahkan, bangunan masjid telah diperluas menjadi 15x22 meter persegi.
Sebelum berdiri Pesantren An-Nur,KH. Muhammad Ridwan Sururi sering kedatangan dua-tiga orang santri yang hendak mengaji. Maka, awal tahun 1979 gagasan beliau untuk mendirikan pesantren pun segera diwujudkan. Mula-mula beliau mendirikan asrama pesantren putra berukuran 3x9 meter, terdiri dari tiga ruang kamar. Bangunan di sebelah selatan masjid inilah yang menjadi cikal-bakal berdirinya Pesantren An-Nur (1980).
Tujuh tahun berselang, yakni awal tahun 1986 beliau membangun asrama pesantren putri di atas areal seluas 7x24 meter persegi. Bangunan berlantai dua yang terdiri dari 14 kamar itu mulai difungsikan awal tahun 1987.
3 Penerus Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
Murid-murid beliau adalah para santri di pesantren&nb
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

