KH. Zubair juga merupakan bagian terpenting dari para kyai NU, khususnya wilayah Rembang dan Jawa Tengah. Beliau senantiasa setia dengan bangsanya. Menurut Ulum, sang kiai senantiasa menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada keluarga dan murid-muridnya. Semangat “Hubbul wathan minal iman” tersebut kemudian diwarisi oleh putranya, KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3 Penerus
3.1 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Menjadi Pengasuh Pesantren
4.2 Melawan Komunis
5. Karya-Karya
6. Teladan
7. Chart Silsilah Sanad
8. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Zubair Dahlan lahir pada tahun 1323 H di Sarang. Beliau merupakan putra kedua dari KH. Dahlan Sarang. Kelahiran beliau bertepatan dengan mukimnya KH. Ahmad bin Syuaib di Makkah.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Zubair Dahlan menikah pada usia 24 tahun, beliau menikahi Nyai Mahmudah binti KH. Ahmad bin Syu’aib. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai lima laki-laki dan perempuan, semua meninggal dunia di usia balita kecuali satu yaitu KH. Maimoen Zubair.
Nyai Mahmudah meninggal dunia pada bulan Jumadil Akhir tahun 1358 H. Kemudian KH. Zubair Dahlan menikah yang kedua kalinya dengan Nyai Aisyah binti Abdul Hadi dari keluarga Burno. Beliau dikaruniai lima putri dan satu putra yakni:
1. Nyai Halimah,
2. Nyai Sai'dah,
3. Nyai 'Afifah,
4. Nyai Sholihah,
5. Nyai Salamah,
6. Kyai Ma'ruf Zubair.
1.3 Wafat
Sebagai tokoh masyarakat, beliau selalu hidup bersahaja. Pada 1969, memasuki bulan Syaban, KH. Zubair masih bisa memimpin pembacaan kitab Ihya’ Ulumuddin juz empat. Beberapa waktu kemudian, bulan suci Ramadhan pun tiba. Beliau meneruskan tradisi membaca kitab-kitab yang sudah menjadi kebiasaannya, seperti tafsir Al-Qur'an Al-Jalalain.
Tiba-tiba, beliau sempat terkena sakit demam pada bulan tersebut. Lama kelamaan, penyakitnya kian parah hingga ajal pun menjemputnya. KH. Zubair berpulang ke rahmatullah pada malam Selasa usai shalat Haghrib tanggal 15 Ramadhan 1389 H/25 November 1969 M (jika dikonversikan)
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Sejak kecil KH. Zubair Dahlan telah tampak kecerdasannya dan sangat disayang kakek dan keluarganya. Beliau tumbuh dan berkembang pada asuhan kakeknya serta belajar bermacam-macam ilmu agama pada ayahnya KH. Dahlan.
Beliau belajar Al-Qur’an serta ilmu dasar pelajaran agama pada kakeknya KH. Syu'aib. Beliau telah fashih membaca Al-Qur’an beserta tajwid-tajwidnya pada umur 6 tahun. Kemudian mengaji Khulashoh Ibnu Malik yang terkenal dengan Alfiyah dan Ilmu Gramer Arabikya, belajar taqrib mulai awal sampai akhir pada pamannya KH. Ahmad bin Syu’aib.
Kemudian, beliau mengaji kitab fathul wahab karangan Syekh Zakariya Al-Anshori pada KH. Fatkhurrahman kecuali sekelumit dari kitab ini. Sekitar umur 17 tahun beli
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

