KH. Sya’ir Plumbon Ulama Nahdlatul Ulama Batang Jawa Tengah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Jasa, Organisasi, dan Karier
4.1 Jasa Beliau
4.2 Riwayat Organisasi
4.3 Karier Beliau
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Sya’ir lahir dari pasangan Bapak Salamah dan Ibu Habibah. Kiai Sya’ir merupakan putra pertama dari enam bersaudara. Ayah beliau adalah Lurah Desa Plumbon. Namun menurut suatu sumber, walau menjabat Lurah, ayah beliau tidak tergolong orang kaya.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Sya’ir dan Nyai Amanah menikah dan dikaruniai lima anak: Kiai Abdul Manab, Nyai Siti Nasehah (Allahu yarhamha), Nyai Faridatul Bahiyah, Kiai Agus Musyafa’ dan Kiai Sulthon.
1.3 Wafat
KH. Sya’ir wafat di hari Sabtu Legi tanggal 1 di bulan Sya'ban bertepatan dengan bulan Mei 1988 M. Hanya saja haulnya dibarengkan dengan haflah akhirussanah pesantren yang beliau dirikan, biasanya tanggal sembilan sampai sepuluh bulan Sya'ban. Menurut beberapa sumber, KH. Sya’ir wafat setelah mengajar santri di pagi hari. Di sela-sela mengajar,KH. Sya’ir merasa dadanya sesak. Awalnya beliau berusaha melanjutkan, namun akhirnya beliau menyudahinya, setelah salah satu santrinya meminta beliau beristirahat. Setelah dituntun oleh santrinya dan diantar ke kamar, tak selang lama, KH. Sya’ir dipanggil Sang Pencipta.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Sya’ir memulai pengembaraan intelektualnya di Pondok yang terletak di daerah Geringsing Batang di bawah bimbingan Kiai Munasib. Kemudian beliau meneruskan menyantri di Tegalsari Kendal di pesantren milik Kiai Masyud. Saat menyantri dengan Kiai Masyud, KH. Sya’ir turut menjadi tentara Hizbullah, di bawah komando Kiai Masyud.
“Bapak dulu pernah gondrong dan menggunakan nama samaran saat aktif sebagai tentara Hizbullah, supaya tak terdeteksi oleh penjajah” kenang Kiai Manab.
Setelah dari Tegalsari, KH. Sya’ir nyantri di Gubugsari Kendal kepada Kiai Jamhuri Abdul Wahab.
2.2 Guru-Guru Beliau
- Kiai Munasib
- Kiai Masyud
- Kiai Jamhuri Abdul Wahab
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

