KH. Khusnan Musthofa Ghufron Ulama Nahdlatul Ulama Metro Lampung
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Jasa, Organisasi, dan Karier
4.1 Jasa Beliau
4.2 Riwayat Organisasi
4.3 Karier Beliau
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Khusnan Mustofa Gufron sifat seorang pemimpin yang selalu ingin membantu terpatri kuat pada kiai kelahiran Blitar, Jawa Timur, tahun 1942 itu.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau menikah dengan Nyai Hj. Laila Tarwiyati dan dikaruniai beberapa anak.
1.3 Wafat
Kehidupannya mulai membaik justru ketika beliau didiagnosis dokter menderita penyakit ginjal. Banyak kalangan yang bersimpati membantu biaya pengobatan, termasuk pejabat dan bupati, karena ketokohannya. Namun Allah berkehendak lain KH. Khusnan Mustofa Gufron tutup usia pada Selasa, 21 Agustus 2001, sekitar pukul 07.46 WIB, dalam usia 54 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek, Bandar Lampung. Saat itu, sang kiai masih menjabat sebagai ketua PWNU Lampung.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Guru-Guru Beliau
KH. Afandi
2.2 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
Beliau merintis pembangunan pesantren Darul A’mal Metro dalam mendirikan bangunan, beliau membeli sebidang tanah sedikit demi sedikit dan meluaskan daerah pondok pesantren secara berkala, begitu juga dalam pembangunannya beliau juga memulainya dengan membangun bangunan kecil dan secara terus menerus hingga akhirnya memiliki beberapa bangunan besar. Pada tahun 1989 datanglah beberapa santri dengan kegiatan ubudiyah dan mengaji secara bandongan di musaholla dan beberapa gutakan (kamar) yang telah dibangun. Dalam perkembangannya jumlah anak yang mengasuh pondok pesantren Darul A’mal Metro. Dalam perkembangannya jumlah anak yang ingin mengaji dan mondok semakin banyak, sehingga pada tahun 1990 beliau mendirikan lembaga formal yaitu Madrasah Tsanawiyah. Pondok Pesantren Darul A’mal semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas, sehingga animo masyarakat semakin tinggi. Dengan dorongan dan desakan itulah akhirnya pada tahun 1993 beliau mendirikan lembaga formal lain yaitu Madrasah Aliyah bersama dengan pendirian SD asuh, dan pada tahun 2008 didirikan lembaga formal yang setingkat dengan Madrasah Aliyah yaitu lembaga pendidikan SMK yang berkonsentras
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

