KH. Ahmad Faqih Ulama Nahdlatul Ulama Cianjur Jawa Barat
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Karier
4.1 Karier Beliau
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ahmad Faqih berawal dari cerita yang sangat unik dimana sewaktu ayah beliau H.Kurdi Bin Artibah menuntut ilmu di Pesantren Kudang (salah satu pesantren terbesar di daerah Tasikmalaya) sekitar tahun 1907 M. Tak berselang lama H.Kurdi mondok disana. Pada suatu hari H.Kurdi bin Artibah dipanggil oleh gurunya, dan disuruh pulang padahal pada masa itu beliau merasa belum bisa apa-apa.
Tak berselang lama ketika beliau berada dikampungnya, beliaupun menikah dengan salah seorang gadis pilihanya (penulis tidak mengetahui nama istrinya dikarenakan keterbatasan informasi), dan dari pernikahan inilah beliau dikaruniai seorang anak perempuan bernama Rukmini.
Karena beliau teringat perkataan gurunya , bahwasanya beliau akan dikaruniai anak laki-laki yang sholeh, maka beliaupun menceraikan istrinya. Dan H. Kurdipun menikah lagi dengan seorang janda beranak dua yang bernama Hj. Halimah, anak dari Hj. Halimah yaitu Hj. juariyah dan Bapak enjum.
Setelah sekian lama H. Kurdi menanti disertai dengan do’a yang terus menerus terkabulah permohonan beliau dan beliau dikaruniai anak laki-laki yakni Syaikhuna Almukarrom Mama KH. Ahmad Faqih yang lahir di Kp. Cileunga Ds. Leuwi Sari Kec. Leuwi Sari. Kemudian lahir pula dua anak laki-laki bernama Kiai Jamal dan Kiai Romli, mereka bertiga beda selang usia satu tahun.
1.2 Riwayat Keluarga
Sekitar tahun 1938 M setelah menikahi Hj. Juhaenah yang berasal dari Kp. Kebon Kelapa, Ds . Sumelap, Kec. Cibeureum, dalam perjalanan pengamalan ilmu, begitu banyak rintangan yang dihadapi beliau, karena pada waktu itu negara kita masih diduduki oleh kolonial Belanda.
Untuk menghindari dari kejaran Belanda beliau mengungsi di tanah kelahirannya disumelap. Dan pada waktu itu beliau sudah beristri dua yakni Hj. Juhaenah dan Hj. Qoni’ah, dan dikaruniai dua orang anak laki-laki yaitu KH. Zaenal Mustofa ( putra dari Hj. Juhaenah) dan KH. Mamal mali murtadlo ( putra dari Hj. Qoni’ah).
1.3 Wafat
Beliau wafat pada hari kamis 5 Sya’ban 1422 H yang bertepatan pada tanggal 4 November 2000 M, jenazahnya dimakamkan di pemakaman keluarga pesantren Al-Musri.
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
K
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

