KH. Dr. Abun Bunyamin, MA Ulama Nahdlatul Ulama Purwakarta Jawa Barat
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Organisasi dan Karier
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Dr. Abun Bunyamin, MA., beliau dikenal sebagai pengasuh Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta. Salah satu pesantren terbesar dengan 6.000 santri dan 6.00 orang guru. Dengan kemajuan seperti ini, ternyata KH. Dr. Abun Bunyamin, MA tak pernah melupakan gemblengan para gurunya di Pesantren Cipasung.
KH. Dr. Abun Bunyamin, MA lahir 4 April 1954, dari pasangan KH. Muhammad Mukhtar,dan Hj. Siti Juariyah terlahir anak laki-laki yang ketiga dari lima bersaudara. Saat lahir beliau bernama Muhammad Tamrin. Tapi saat masuk SD berubah menjadi Ade Bunyamin dengan panggilan Amin. Kelak keisengannya menyingkat nama Ade Bunyamin dengan Abun saat ia remaja, melahirkan nama baru yang melekat mengiringi warna-warni hijrahnya dalam mewujudkan lembaga pendidikan Islam terbesar di Purwakarta, Abun Bunyamin.
1.2 Riwayat Keluarga
Perjalanan KH. Dr. Abun Bunyamin, MA menuju titik lompatan besar dalam hidupnya dimulai ketika dia berkunjung ke Purwakarta dua bulan sebelum pernikahannya. Amin datang ke Purwakarta untuk bersilaturrahim dengan KH. Ubaidillah Alawi, ayah dari Euis Marfu’ah yang kemudian menjadi istrinya. Kedatangannya diterima langsung KH. Alawi yang akrab ia panggil Abah Alawi. Kunjungan istimewa itu oleh Abah Alawi dianggap sebagai khitbah karena rupanya tak ada keraguan mengenai kualitas dan kesungguhan sang calon mantu. Padahal, Amin bahkan belum merampungkan kuliah S1 nya karena masih menunggu ujian akhir dan skripsi.
Dua bulan setelah kunjungan istimewa itu, KH. Dr. Abun Bunyamin, MA menyempurnakan niatnya dengan memboyong Abah, Emah, dan Ceu Oneng dari Sumedang. Mengira hanya akan ada pertemuan dua keluarga, KH. Dr. Abun Bunyamin, MA dan keluarganya kaget bukan main ketika tahu keluarga Abah Alawi sudah menyiapkan sebuah syukuran pernikahan. KH. Dr. Abun Bunyamin, MA pun kemudian ditanyai oleh Abah mengenai kesiapan dan kesanggupannya untuk menikah. Karena anak laki-lakinya itu menyatakan kesanggupannya, akad nikah antara KH. Dr. Abun Bunyamin, MA yang kemudian dipanggil Abun Bunyamin dengan Euis Marfu’ah pun disahkan. Tepatnya tanggal 9 Desember 1978, Amin melamar gadis pilihannya itu dengan mas kawin kalung emas sepuluh gram yang ia beli dari hasil arisan.
Setahun setelah pernikahannya, Amin diterima sebagai dan ditugaskan di Sekolah Tehnik Menengah (STM) Negeri Purwarkata. Gayung bersambut. Penugasan tersebut sangat cocok dengan agenda hidup Amin setelahnya. Beliau pun sempurna berhijrah ke Purwakarta. Bekerja untuk negara sekaligus mempersiapkan cita-cita besa
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

